Mbak Ita juga memantau terkait masa kontrak Stadion Citarum yang masa sewa jatuh tempo dari PT Mahesa Jenar.
"Pada saat itu, saya juga sudah menerima memo, sudah disampaikan akan jatuh tempo pengelola," katanya.
Pihaknya lalu melakukan koordinasi dengan Dinpora apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mengelola aset Stadion Citarum.
Sesuai dengan ketentuan yang ada maka wajib dicari pengelola yang baru.
"Saya cuman normatif saja, kaji dan evaluasi dan sesuai ketentuan
Karena aset ini tidak bisa sembarangan, aset aset itu harus dikelola dengan baik, kalo nanti ada yang mengelola silahkan, tapi dengan aturan aturan yang ada," katanya.
"Sebenarnya bukan hasil evaluasi itu, kalo masa kontrak habis pasti di tawarkan, kalo gak mau, ya ditawarkan orang lain, kalo mau ya ayok cepet bayar, seperti itu lah ilustrasinya," katanya.
Maka dari itu, apa yang sudah diputuskan Dinpora adalah benar, semua sudah sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku dalam pengeloan aset Stadion Citarum.
"Jadi tidak betul diusir, jadi kalo sudah selesai kontrak ya kita memberikan hak ke orang lain untuk yang mengontrak, mungkin bisa lebih besar. Kami dari pemkot bukan mau gimana gimana, tapi bagaimana kita kembali lagi menegakkan aturan yang ada, itu saja," katanya.
Soal nilai kontrak, Mbak Ita menyebut untuk pengelola baru ada kenaikan dibandingkan sebelumnya dengan PT Mahesa Jenar.
Baca Juga: 3 Tahun Dikelola PT Mahesa Jenar, Kondisi Stadion Citarum Semarang Banyak yang Rusak
Di ketahui, saat PSIS Semarang sebagai penyewa memiliki nilai kontrak sewa Rp 1 miliar pertahun. Sedangkan dengan PT Saudara Meroket Bersama lebih tinggi yaitu Rp 1,1 miliar pertahun.
"Memang ada kenaikan nilai kontrak, itu pasti ada kajian, kalo kami bicara pemanfaatan aset pemkot, itu pasti pakai kajian, kemudian ada prosesnya," katanya.
"Saya mendengar dari Dinpora sudah diberikan toleransi, tetapi tidak perpanjang, ahirnya kalo diberikan ke orang lain, sah sah saja," katanya.
Dengan adanya pengelola baru, maka keberlanjutan Stadion Citarum akan terus berlangsung sebagai aset Pemkot Semarang yang mengahasilkan pendapatan daerah.
Karenanya pula, ia tetap memperbolehkan siapa saja atau bahkan PSIS Semarang untuk memanfatkan lapangan Stadion Citarum berlatih.
"Tidak ada keinginan gak boleh atau sebagainya, PSIS mapun klub lain mau melakukan kegiatan disana, silahkan, tapi harus ada yang mengelola," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Diusir dari Ruangan, Donald Trump Ngamuk 2 Jam Usai Pilot AS Jatuh di Iran
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
4 HP Motorola Terbaru di Indonesia: Chipset Kencang, Kamera Bagus Ungguli iPhone
-
Kasus Kekerasan Pelajar di Cianjur Memanas, 11 Saksi Diperiksa Polisi untuk Bongkar Motifnya
-
Sinopsis Evil Dead Burn, Reuni keluarga Berubah Jadi Mimpi Buruk
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
SD Negeri vs Swasta di Palembang 2026, Mana yang Lebih Bagus dan Berapa Biayanya?
-
Persib Bandung Pantang Tersandung! Pesan Umuh Muchtar Jelang Lawan Arema FC
-
Bogor Raya Menuju Bebas Sampah! Proyek PSEL Ubah Limbah Jadi Energi Listrik