SUARA SEMARANG - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong diminta menyiapkan opsi lain terkait cideranya Sandy Walsh.
Kehilangan Sandy Walsh jelas akan membuat perbedaan di skuad dan strategi pasukan Shin Tae Yong saat menghadapi laga internasional pekan depan.
Jika benar Shin Tae Yong memainkan anak asuhnya tanpa Sandy Walsh, maka hal itu harus dipersiapkan secepat mungkin mulai dari saat ini.
Meski para pemain sudah bergabung, pelatih Timnas Shin Tae Yong dipusingkan dengan dua hal yang ia hadapi sekarang.
Pertama, Shin Tae Yong mengeluh soal belum lengkapnya pemain yang hadir padahal klub sudah tidak ada pertandingan resmi.
Hal lain yang membuat Shin Tae Yong ketar-ketir adalah kehilangan Sandy Walsh yang menjadi andalan di sisi kanan Timnas Indonesia.
Dikabarkan, Sandy Walsh sudah menjalani pemeriksaan MRI terkait cidera yang ia alami.
Namun sampai saat ini belum ada hasil resmi terkait pemeriksaan yang dilakukan pada Sandy Walsh.
Hasil MRI Sandy Walsh ini nantinya akan menjadi dasar pemeriksaan lanjutan dan mengetahui kondisi terkini dari pemain KV Mechelen tersebut.
Baca Juga: Habis Rp 20 Miliar TC Salamsari, Eks Bos PSIS Semarang Diminta Lanjut Beli Klub
Jika benar nantinya tak bisa dimainkan maka Shin Tae Yong bisa memilih opsi untuk menurunkan Asnawi Mangkualam.
Namun, Shin Tae Yong jelas tahu perbedaan antara Sandy Walsh dan pemain Indonesia lainnya, karena bisa juga menjadi bek tengah karena memiliki tinggi 182 cm.
Pelatih Shin Tae Yong akan menjadikan laga internasional melawan Palestina dan Argentina ini sebagai tolok ukur kemampuan Timnas.
Dalam beberapa tahun terakhir menangani Timnas Indonesia, Shin Tae Yong memang telah berhasil menaikkan peringkat di dunia.
Namun, sejauh ini lawan-lawan yang dihadapi Indonesia dan Shin Tae Yong belum pernah setinggi ini, Argentina.***
Berita Terkait
-
STY Mencak-Mencak, Kebijakan Erick Thohir Ditentang Klub Pemain Timnas?
-
Shin Tae Yong Effect, Pesepakbola Top Vietnam Invasi Kompetisi Indonesia
-
Kabar Buruk Shin Tae Yong, Tiga Pilar Cidera Jelang Lawan Argentina dan Palestina
-
Erick Thohir "Titip" Pemain U-20 di Bhayangkara FC, The Guardian Tak Akan Degradasi?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
KPK Ungkap Asal Uang Rp 1,5 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Pemkab Bogor
-
Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang
-
Potensi Kerusuhan Terkendali, Pengamat Hukum Nilai Polri Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus
-
Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro
-
Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi
-
Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI
-
BPOM Perketat Batas BPA 12x Lebih Rendah, Galon Guna Ulang Jadi Sorotan
-
Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah
-
Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan
-
11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel