SUARA SEMARANG - Timnas Indonesia harus kembali menempuh jalan terjal menggapai tiket lolos Piala Dunia 2026. Sebab AFC menerapkan format baru sistem kualifikasi zona Asia.
AFC menetapkan format baru kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk negara-negara zona Asia. Indonesia pun akhirnya terkena imbasnya.
Seharusnya Indonesia sudah masuk pada babak kedua zona Asia, namun format baru AFC yang mengubah sistem ranking kualifikasi menjadikan Indonesia harus memulai dari awal.
Piala Dunia 2026 memang memberikan jatah slot 8 negara Asia plus 1 kontestan plaf off, untuk berkesempatan pentas diajang sepak bola bergengsi ini. Dari semula yang hanya 4 negara saja.
Maka, format baru AFC dalam kualifikasi babak pertama pun diubah untuk zona Asia. Pemerinkatan rangking Asia menjadi tolak ukurnya.
Pada kualifikasi babak pertama, AFC menetapkan 22 tim negara berdasarkan rangking 26 hingga 47 peringkat AFC. Mereka akan menjalani 11 pasang pertandingan secara home dan away.
Indonesia masuk dalam kualifikasi babak pertama zona Asia sebab ada di rangking peringkat 28 AFC. Tim Garuda wajib menang di laga tersebut secara home dan away untuk lolos kualifikasi babak kedua bersama 11 negara lainnya.
Untuk kualifikasi babak pertama, Indonesia masih terbuka untuk lolos jika melihat lawannya adalah diantara negara peringkat 26-47 AFC.
Kemudian, jika Indonesia lolos babak pertama, maka pada kualifikasi babak kedua akan diisi oleh 36 tim. Terdiri dari negara peringkat 1 hingga 25 AFC, serta 11 tim yang lolos babak pertama.
Baca Juga: Vietnam Contek Shin Tae Yong, Rektut 20 Pemain Naturalisasi Hadapi Indonesia di Piala Asia 2023
Dari 36 tim negara tersebut akan dibagi kembali menjadi 9 grup kualifikasi babak kedua. Hasilnya, juara grup dan runner up atau sebanyak 18 tim lolos kualifikasi babak ketiga.
Untuk kualifikasi babak ketiga, dari 18 tim akan kembali masuk ke dalam tiga grup. Juara grup dan runner up atau 6 negara otomatis lolos ke Piala Dunia 2026.
Sedangkan dua tiket tersisa Piala Dunia 2026 akan diperebutkan oleh peringkat ketiga dan keempat di kualifikasi babak ketiga atau enam negara.
Enam negara tersebut masuk dalam kualifikasi babak keempat dengan dibagi menjadi dua grup. Juara grup akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Kemudian, 1 tiket plus akan diperebutkan oleh dua runner up yang akan berduel. Pemenang laga tersebut akan kembali bertemu dengan tim dari zona atau benua lain di babak play off.
Cukup berliku dan panjang perjalanan Indonesia untuk berhasil lolos mendapat satu tiket Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia
-
Detik-Detik Terakhir Yai Mim sebelum Meninggal di Polrestabes Malang: Pamit Tidur, Lalu Berpulang
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Sinopsis The King's Warden, Film Terlaris ke-2 di Box Office Korea
-
Industri Kendaraan Komersial Masih Hadapi Tantangan Meski GIICOMVEC 2026 Diklaim Sukses Besar
-
Gagal Samai Rekor Clean Sheet Yoo Jae Hoon di Pekan 27, Teja Paku Alam Santai
-
5 HP Infinix 5G Paling Worth It di Tahun 2026, Cocok untuk Gaming dan Streaming
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi