SUARA SEMARANG - Ketum PSSI menegur klub Persija Jakarta dan Erick Thohir sudah meminta Manajer Timnas Sumardji mengurus Witan dan Rizky Ridho.
Teguran Erick Thohir pada Persija tersebut disampaikan saat berada di locker room Stadion GBT bersama dengan staf kepelatihan.
Ketum PSSI Erick Thohir terlihat kecewa dengan klub yang masih menahan pemain, salah satunya Persija Jakarta.
Video teguran Erick Thohir pada Persija itu diunggah di akun pribadi Ketum PSSI tersebut dengan durasi beberapa detik saja.
Erick Thohir menyampaikan apresiasi tinggi komitmen para pemain yang sudah bergabung bersama Timnas Indonesia jelang laga melawan Palestina dan Argentina.
"Saya apresiasi dengan para pemain yang datang tepat waktu," kata Erick Thohir dalma video pendek tersebut.
Meski demikian, Erick Thohir nampak tak begitu senang karena masih ada para pemain yang dipanggil Timnas namun masih tertahan oleh klub.
Erick Thohir tak menyebut klub mana, namun sudah banyak diketahui publik bahwa dua pemain Persija Jakarta Witan Sulaeman dan Rizky Ridho yang sampai hari kemarin belum juga bergabung.
"Dan saya minta pak Sumardji (manajer Timnas) untuk mengingatkan klub. Karena ini kepentingan nasional. Karena merah putih lebih tinggi dari segalanya," lanjut Erick Thohir.
Baca Juga: Pratama Arhan Kehilangan Rp 700 Juta Dari PSIS Semarang Saat Terbang ke Tokyo Verdy
"Siap," jawab Sumardji pada Erick Thohir di hadapan staf dan offisial Timnas Indonesia.
Witan dan Rizky Ridho adalah dua pemain yang dianggap penting bagi Timnas, Erick Thohir menaruh perhatian pada keduanya.
Terlebih lagi, sebelumnya Erick Thohir juga telah mengingatkan pada semua klub bahwa tak boleh ada yang menahan pemain saat dibutuhkan Timnas Indonesia.
Setelah adanya arahan tegas dari Erick Thohir pada manajer Sumardji, bisa jadi akan segera berkomunikasi dengan manajemen Persija Jakarta.
Tujuan semua klub wajib mengikuti ketentuan yang telah disampaikan Erick Thohir dan PSSI nemi kemajuan sepakbola nasional.
Selain arahan tersebut, Erick Thohir juga membagikan video tentang program PSSI yang bekerjasama dengan federasi sepakbola Jerman dan mengecek kesiapan Stadion GBT.***
Berita Terkait
-
Timnas Tambah 16,43 Poin, Shin Tae Yong Bawa Indonesia Dekati Malaysia di Ranking FIFA Juni 2023
-
Ramai Elkan Baggott Disebut Cucu Nabi Adam, Akun PSSI: Pelan-Pelan Bang
-
Kena Regulasi PSSI, Manajemen Persib Bandung Rugi Rp 1,3 Miliar Saat Main di Stadion GBLA Musim Ini
-
Pesan Sangar Marc Klok Untuk Argentina: Gelandang Persib Hancurkan Mental Lionel Messi Cs
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!