SUARA SEMARANG - Manajemen Persib Bandung bisa merugi miliaran rupiah andai jadi menggunakan Stadion GBLA sebagai kandang di musim 2023/2024.
Alasanya, Persib Bandung harus mematuhi regulasi baru PSSI soal penjualan tiket suporter yang menyaksikan langsung di stadion GBLA.
Jika ditotal maka potensi kerugian Persib Bandung bisa mencapai Rp 1,33 miliar dari keuntungan maksimal yang bisa didapatkan.
Persib Bandung dan semua klub di Indonesia di musim ini yang berstatus tuan rumah diperbolehkan menggelar laga dengan penonton.
Namun, PSSI dikabarkan memberikan warning atau regulasi pada Persib Bandung dan klub lainnya bahwa jumlah penonton di stadion hanya setengah dari kapasitas.
Jika Persib Bandung jadi menggunakan Stadion GBLA maka stadion tersebut memiliki kapasitas 38 ribu tempat duduk.
Maka jika dikalkulasi, hanya 19 ribu tempat duduklah yang bisa dijual untuk penonton langsung.
Sementara di musim lalu, Persib Bandung pernah menggelar laga di Stadion GBLA dengan harga tiket bervariasi mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu.
Maka jika diambil harga termurah saja, yakni Rp 70 ribu dan dikalikan 19.000 tempat duduk maka pendapatan Persib Bandung hanya Rp 1,3 miliar.
Baca Juga: Tiket Liga Champions Asia Bali United Terganjal Lee Man dan Juara Bertahan Urawa Red Diamonds
Padahal jika semua kursi bisa dijual untuk penonton maka pendapatan bisa mencapai Rp 2,66 miliar artinya pendapatan Persib Bandung bisa terpotong setengahnya.
Hal ini tentu saja merugikan Persib Bandung dari sisi finansial, karena mengurangi pendapatan yang bisa digunakan untuk operasional klub.
Akan tetap, Persib Bandung juga tak bisa lepas dari regulasi lantaran hal itu juga diterapkan pada semua klub Indonesia yang menjadi tuan rumah.
Perlu diketahui, PSSI memberikan aturan ketat ini karena Indonesia masih dalam pengawasan FIFA setelah terjadi Tragedi Kanjuruhan.
Begitu ada kerusuhan, Indonesia bisa saja dijatuhi sanksi yang jauh lebih berat sehingga PSSI membuat aturan yang tegas.
Meski demikian, bermain di Stadion GBLA akan menjadi hal yang menyenangkan bagi suporter Persib Bandung.
Mengingat di musim lalu, Persib Bandung terusir dari Stadion GBLA dan menjadi klub musafir.***
Berita Terkait
-
Tiket Liga Champions Asia Bali United Terganjal Lee Man dan Juara Bertahan Urawa Red Diamonds
-
Klub David Beckham Sebabkan Lionel Messi Batal ke Indonesia dan Hanya Sampai Australia?
-
STY Mencak-Mencak, Kebijakan Erick Thohir Ditentang Klub Pemain Timnas?
-
PSSI Pangkas Kursi, Pendapatan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Bakal Anjlok Ratusan Juta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel