/
Senin, 12 Juni 2023 | 20:11 WIB
Fatayat NU launcing program "Sambung Simbok Sambang Bocah". (dok. Fatayat NU Jateng)

SUARA SEMARANG - PW Fatayat NU Jateng melakukan launching program "Sambung Simbok Sambang Bocah" atau S3B. Sebuah program yang ternyata besar manfaatnya untuk perempuan dan ibu hamil.

Program "Sambung Simbok Sambang Bocah" ini baru saja diresmikan oleh PW Fatayat NU Jateng bersamaan dengan peringatan Harlah Fatayat NU ke 73 di Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah Kota Semarang.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Hj Tazkiyyatul Muthmainnah dalam sambutannya mengatakan masalah stunting yang multidimensional memerlukan upaya lintas sektor dan melibatkan seluruh stakeholder secara terintegrasi. PW Fatayat NU Jateng berkomitmen dalam kerja-kerja kepengurusan selama 5 tahun ke depan.

Saat ini Fatayat NU Jateng memiliki struktur sampai ke tingkat desa, bahkan dusun. PW Fatayat NU Jateng memiliki 37 Pimpinan Cabang (Kabupaten/Kota),  500 lebih Pimpinan Anak Cabang (Kecamatan), 6530 Pimpinan Ranting (Desa/Dusun). SDM yang terstruktur inilah yang akan digunakan untuk turut serta melakukan percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. 
 
“Yang diperlukan saat ini adalah kehadiran Fatayat di tengah-tengah masyarakat. Selain menjaga akidah Ahlussunnah Wal Jamaah, ada banyak persoalan perempuan  dan anak di sekitar kita. Persoalan gizi, kekerasan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu hari ini kita akan launching program Sambung Simbok Sambang Bocah (S3B) dan diskusi pencegahan stunting” Kata Iin, Minggu (11/6/2023). 
 
Menurutnya, S3B merupakan sebuah filosofi jawa yang memiliki makna menyambung dengan pemilik rahim yang melindungi, menumbuhkan, merawat dan mencintai sepenuh jiwa (Ibu). Sedangkan sambang bocah berarti menjenguk/ berkunjung kepada anak. 

Program tersebut dimaksudkan untuk merespon isu stunting dengan menyambung ibu hamil ( Monitoring konsumsi Tablet Tambah Darah, kelas Bumil edukasi nutrisi dan konseling, dan mengunjungi bayi di bawah dua tahun melalui edukasi PMBA bergizi, rutin posyandu, CTPS dan sanitasi yang sehat). Program ini adalah program yang akan kita laksanakan di 37 Cabang di 35 Kab/Kota di Jateng, yang akan menjangkau 3700 kader, 60.000 bumil dan baduta, serta 900.000 masyarakat umum”  Imbuh Iin
 
Iin menambahkan jangan sampai kita kehilangan generasi masa depan. Jadi harus disiapkan dari sekarang. Sejak remaja harus diperhatikan. saat mau berangkat sekolah jangan sampai tidak sarapan. Jangan sampai remaja kita kekurangan gizi, sakit-sakitan. Saat hamil harus dijaga kondisi fisiknya, jangan sampai anemia, kekurangan vit D, kekurangan asam folat. Jangan juga hamil terlalu muda, terlalu tua, atau sering hamil, ini semua akan menjadi faktor penyebab stunting.
 
Pihaknya mendorong kader Fatayat NU di manapun berada untuk menjadi kader yang aktif, yang turut mengedukasi warga bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak perempuan berada di usia remaja. Gizi, pola hidup bersih dan sehat , lingkungan tempat tinggal remaja perempuan sangat penting diperhatikan, sehingga saat hamil nanti, dalam keadaan siap, sehingga melahirkan bayi yang sehat.

“Kami mendorong karena nyuwun sewu jangan sampai remaja kita itu persiapan kehamilannya kurang, berat badan kurang, HB nya rendah, lila nya kurang. Saat hamil juga harapannya terpantau, ibu hamil konsumsi tablet Tambah darah, Ibu hamil ikut kelas ibu hamil minimal 6 kali, 2 kali nya bertemu dokter, Ibu melakukan pemberian makanan, PMBA secara tepat termasuk ASI eksklusif, Ibu dan balita ke posyandu untuk menimbang dan memeriksa, Ibu anak dan seluruh keluarga melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), minimal d waktu penting, seperti sehabis dari belakang, habis pegang hewan, serta ibu dan keluarga menggunakan jamban sehat” ujar Iin
 
Sementara itu hadir sebagai narasumber diskusi pencegahan stunting, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jawa tengah, Yuni Rahayuningtyas, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Mohamad Muzamil, serta Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup PW Fatayat NU Jawa Tengah dr Istiqomah.
 
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPR RI H Abdul Muhaimin Iskandar, Pengasuh Asrama Perguruan Islam ( API) Tegalrejo Magelang  KH Yusuf Chudlori, Pengasuh PP Roudlotus Saidiyyah Semarang KH Muhammad Said Al Masyhad, Jajaran PW Fatayat NU Jateng serta PC Fatayat NU Se Jawa Tengah.
 
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengatakan Fatayat adalah organisasi yang kuat, garda terdepan perbaikan dan perubahan umat dan masyarakat. Jadi pengurus Fatayat harus siap ditempatkan dimanapun.

Kader Fatayat memiliki doktrin ideologi yang lengkap, sehingga kalau menjabat jabatan publik  pasti bertanggung jawab. Oleh karena itu, sebagai kader-kader NU mari tingkatkan kemandirian, persatuan, saling bersinergi bahu membahu untuk mengatasi segala persoalan yang ada di masyarakat, termasuk persoalan stunting dan kemiskinan.***

Load More