SUARA SEMARANG - Sangat disayangkan terjadi insiden nyala flare di dalam Stadion Jatidiri Semarang saat laga PSIS meladeni Phnom Penh Crown FC, Sabtu 24 Juni 2023 malam.
Nyala flare terjadi pada beberapa sudut tribun Stadion Jatidiri seperti di belakang gawang dan bagian tribun tengah. Saat itu laga PSIS vs Phnom Penh baru saja usai.
Meski hanya laga eksibisi uji coba atau persahabatan antara PSIS Semarang lawan Phnom Penh Crown, nyala flare di dalam stadion sangat dilarang sesuai aturan FIFA dan PSSI.
Pertandingan yang berakhir imbang skor sama kuat 2-2 itu juga dalam rangka launching tim PSIS Semarang.
Adanya nyala flare sangat dilarang dalam aturan tegas Statuta PSSI serta FIFA Stadium Safety and Security Regulations.
Apalagi, sepak bola Indonesia masih dalam masa pengawasan dan pengawalan FIFA. Sejak adanya tragedi Stadion Kanjuruhan Malang sebab keamanan dan pengamanan.
Nyala flare dalam stadion tentu menjadi kabar yang tak sedap, di tengah euforia Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 yang ditunjuk FIFA.
Ketua Umum Erick Thohir pun sangat mewanti-wanti semua pihak penyelenggara persepakbolaan Tanah Air agar tidak menimbulkan hal-hal yang masuk kategori pelanggaran aturan FIFA maupun PSSI.
Salah satunya adanya nyala api flare yang terjadi di dalam stadion untuk bisa dihindari oleh para suporter untuk semua level kompetisi atau eksibisi.
"Tentu pertimbangan FIFA menunjuk Indonesia tuan rumah, selain prestasi Sea Games, mampu menyelenggarakan FIFA Matchday dengan aman dan nyaman juga jutaan masyaratak yang penggemar sepak bola," katanya, saat jumpa pers PSSI, Sabtu 24 Juni 2023.
Erick Thohir tentu tidak ingin mimpi Indonesia yang dipercaya sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 gagal sebab tercoreng isu-isu negatif pelanggaran aturan.
"Karena tak hanya Indonesia yang ingin jadi tuan rumah Piala Dunia U17, banyak negara yang mengajukan," katanya.
Sanksi dan Denda Nyala Flare
Berikut denda dan hukuman yang harus dutanggung oleh tuan rumah atau kedua belah pihak yakni klub yang sedang bertanding jika ada nyala flare saat pertandingan sepakbola.
Menurut peraturan penggunaan flare (suar/nyala api) dalam pertandingan atau kompetisi sepak bola resmi di Indonesia tidak diperbolehkan atau dilarang.
Larangan menyalakan flare ada pada Pasal 52 huruf c butir i FIFA Stadium Safety and Security Regulations dan Pasal 70 ayat (1) Kode Disiplin PSSI 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pelatih Borneo FC Akui Harus Peras Keringat Lebih Demi Kalahkan Persib Bandung
-
IHSG Amblas 5,91 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut ke Rp12.678 Triliun
-
Puncak Arus Mudik di Perbatasan Sumbar-Riau Diprediksi H-3 Lebaran, Polisi Kerahkan Tim
-
Jelang Lebaran 2026, Alfamart Diskon Sirup Marjan hingga Biskuit Kaleng Favorit Tanpa Syarat
-
Review Karier 12 Shio: Kamu Tikus yang Boros atau Naga yang Ambisius tapi Keras Kepala?
-
Terakhir Hari Ini! Serbu Promo 9 Micellar Water di Superindo, Murah Mulai Rp18 Ribuan
-
Ngaku Bukber Mewah Tema Bollywood Tak Pakai APBD, Kekayaan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Disorot
-
Promo Alfamart Lebaran 2026: Sirup ABC Cuma 7 Ribuan, Khong Guan Banting Harga
-
Pelindo Optimistis Sambut 2026, Kunjungan Kapal Pesiar Tembus 215 Call pada 2025
-
Borneo FC vs Persib, Federico Barba Antisipasi Juan Villa dan Mariano Peralta