Bisnis / Energi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:52 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Novian Ardiansyah].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia akan segera mengimpor minyak mentah dari Rusia guna memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Impor minyak Rusia merupakan bagian dari realisasi komitmen pengadaan 150 juta barel minyak yang dilakukan hingga akhir 2026.
  • Langkah strategis ini dilakukan pemerintah untuk menjamin ketersediaan BBM nasional di tengah tekanan serta ketidakpastian geopolitik global.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan minyak mentah atau crude asal Rusia akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi pasokan energi dunia.

Masuknya crude Rusia tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak hingga 150 juta barel yang dilakukan secara bertahap sampai akhir 2026.

Usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu, Bahlil menegaska, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman, baik untuk masyarakat maupun sektor industri.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” kata Bahlil dilansir dari laman Antara, Sabru (2/5/2026).

Menurutnya, dalam situasi global yang masih penuh tekanan geopolitik, pemerintah harus mengutamakan keamanan pasokan energi dibanding kebijakan lainnya. 

Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].

Ia menilai, ketersediaan energi menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Meski memastikan minyak Rusia segera masuk ke Indonesia, Bahlil belum mengungkapkan secara rinci besaran volume impor tahap awal maupun kilang domestik yang akan mengolah crude tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Pemerintah, kata dia, saat ini fokus memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan berbagai tingkat oktan, agar distribusi energi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar global.

Terkait mekanisme pembelian dan harga impor minyak mentah Rusia, Bahlil menjelaskan hal tersebut sepenuhnya dilakukan melalui skema business to business (B2B) antarperusahaan.

Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Meski demikian, Bahlil memastikan kondisi stok LPG nasional saat ini masih aman dan berada di atas batas minimum nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

“Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” tutur Bahlil.

Load More