SUARA SEMARANG - Mengenang wafatnya mantan menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo diperingati dengan haul satu tahun pembacaan Tahlil dan doa, Sabtu 1 Juli 2023.
Bertempat di kediaman almarhum semasa kecil di Jalan Citarum Utara nomor 16, Mlatiharjo, Semarang Timur, haul wafatnya Tjahjo Kumolo diikuti oleh para sanak keluarga, warga sekitar serta kader PDIP Jateng dan Kota Semarang.
Acara dibuka dengan bacaan Alfatihah dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran. Inti acara mengenang atau haul wafatnya Tjahjo Kumolo yakni pembacaan Tahlil dan doa.
Mewakili keluarga, Rahajeng Widyaswari putri sulung almarhum H Tjahjo Kumolo S.H, menyampaikan terimakasih kepada para tamu yang hadir dalam haul.
"Saya ucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan doa para hadirin acara ini bisa berjalan baik, kami atas nama keluarga juga meminta maaf selama almarhum bapak saya semasa hidup," katanya.
Rahajeng menjeskan, haul digelar di kediaman keluarga besarnya sebab ayahnya meski kelahiran Solo, tetapi tumbuh besar dan kuliah di Semarang sehingga bisa dibilang sebagai orang Semarang.
"Kami dari keluarga inti almarhum ingin meluangkan waktu cukup agar agar bisa bersilaturahmi dengan keluarga di sini," katanya.
Melalui haul tersebut, menurut dia, sekaligus juga menjadi ajang silaturahmi dengan sahabat dan kawan ayahandanya semasa hidup.
Tampak beberapa tamu hadiri diantaranya anggota DPRD Jawa Tengah Sucipto, istri Kepala LKPP Krisseptiana Hendrar Prihadi, anggota DPRD Kota Semarang dari para kader PDI Perjuangan.
Baca Juga: Respon PDIP saat Gunakan Stadion GBK di Acara Partai Bulan Bung Karno
"Anggota-anggota DPRD memang sudah temen lama almarhum ya. Cuma karena saya sekarang di sini, temen lama bapak jadi temen baru saya. Apa salahnya sekaligus bersilaturahmi sama mereka," katanya.
Semasa hidup mendiang, Rahajeng mengenang apa yang diajarkan sang ayah, yakni kesederhanaan dan tidak pernah meremehkan siapapun yang akan selalu tertanam hingga kapanpun.
"Paling utama itu kesederhanaan, nomor satu. Bapak itu sederhana, enggak banyak omong. Dari bapak, saya juga belajar bagaimana mengontrol emosi. Seberat apapun masalah, pikiran, jangan sampai keluarga tahu," katanya.
Selain itu, Rahajeng juga mengenang ayahnya sebagai sosok negarawan karena apa yang dipikirkan sepanjang hidupnya adalah untuk negara, dan ingin meneruskan perjuangan mendiang dengan maju sebagai legislator lewat partai yang sama.
"Dari temen-temen almarhum, menurut mereka, bapak itu lebih dari seorang politisi. Negawaran yang sepanjang hidup dipikirkan untuk negaranya," katanya.
Sebagai seorang negarawan juga, Rahajeng ingat betul keinginan ayahnya bahwa kelak saat meninggal dunia dalam masih bertugas sebagai abdi negara.
Berita Terkait
-
Singgung soal Rumput GBK, Jokowi di HUT Bhayangkara: Tidak Boleh Rusak, Makanya Saya Cek Pasukan Tak Naik Mobil
-
Bisnis Jitu Yoyok Sukawi, Jual Vitinho Sekarang PSIS Semarang Untung Bersih Rp 2,17 Miliar
-
Kisah Dibalik Diagungkannya Sosok Gus Gur di Kampung Pecinan Semarang, Sang Pembela Minoritas Keturunan Tionghoa
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus