SUARA SEMARANG - Kiper PSIS Semarang Adi Satryo disebut ngantuk usai gawangnya kebobolan gol mudah.
Sebutan mengantuk itu ditujukan pada Adi Satryo usai reaksi kiper PSIS Semarang itu terlihat pelan dan tak sigap saat menghalau bola.
Tendangan yang sejatinya tak terlalu keras itu sejatinya bisa ditepis kiper PSIS Semarang Adi Satryo namun bola memantul dan mengenai mistar gawang dan bergulir ke dalam gawang.
Kebobolan lebih dahulu saat melawan Bhayangkara FC di menit ke membuat perjuangan PSIS Semarang terasa berat.
Apalagi PSIS Semarang bermain di kandang dan mendapatkan tuntutan 3 poin dari para suporternya.
Hingga tiba dalam sebuah serangan dari umpan lambung Bhayangkara FC yang langsung menuju lini pertahanan PSIS Semarang.
Bola yang mengarah ke M Ragil berhasil dikuasai dan langsung ditendang dari sudut sempit menuju gawang yang dijaga Adi Satryo.
Bola tendangan M Ragil dalam video tayangan ulang yang diunggah di media sosial terlihat tak terlalu keras saat mengenai tangan Adii Satry.
Namun, saat dilihat dari cara kiper PSIS Semarang tersebut menjaga gawang, fans tuan rumah tak terlalu senang.
Baca Juga: Waktu Mepet, PSSI Tunjuk Eks Chelsea Duet Baru Shin Tae Yong Susun Skuad Juara
"Kuwi kiper e kaget opo piye kok seolah rak Ono respon seng dikiro bahaya nggo gawang e (kipernya terkejut atau bagaimana, kok seolah tidak ada reflek jika gawangnya sedang bahaya)," @tam31___ di akun instagram @forzapsis1932.
"Kipere ngantuk .. ket lawan Phnom Penh (Kipernya mengantuk sejak melawan Phnom Penh Crown FC)," @epfrdts91.
Selanjutnya ada juga yang meminta kiper PSIS Semarang Adi Satryo dievaluasi, meski ia adalah penjaga gawang nomor 1 klub.
Karena kesalahannya tersebut, perjuangan PSIS Semarang untuk mendapatkan 3 poin kemenangan semakin berat.
Beruntung, PSIS Semarang memiliki trio Fortes, Gali Freitas dan Boubakary Diarra yang masing-masing mencetak 1 gol di menit-menit akhir.
Kiper Adi Satryo juga berhutang pada tiga pencetak gol PSIS Semarang tersebut, karena kesalahanya akan jadi sorotan andai klub tak bisa menang di kandang.***
Berita Terkait
-
Gilbert Agius Dikritik, Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi Pasang Badan dan Target 5 Besar
-
Bisnis Jitu Yoyok Sukawi, Jual Vitinho Sekarang PSIS Semarang Untung Bersih Rp 2,17 Miliar
-
Eks Kiper PSIS Semarang Jandia Eka Resmi Kenakan Jersey Merah, Siap Saingi Mahesa Jenar Musim Depan
-
Pratama Arhan Kehilangan Rp 700 Juta Dari PSIS Semarang Saat Terbang ke Tokyo Verdy
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
7 Makeup Kit di Bawah Rp200 Ribu untuk Pemula, Tampil Cantik Tanpa Boros
-
Di Balik Kebakaran Muba, Kok Bisa Ada Sumur Minyak Ilegal di Area Perkebunan Hindoli?
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Kenapa Sumur Minyak Ilegal di Muba Terus Terbakar? Ini Penyebab, Dampak, dan Solusi yang Disiapkan
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Sausu Tambu Bersinar Lewat Desa BRILiaN, Ekonomi Pesisir Kian Kuat dan Berdaya Saing
-
Transformasi Sausu Tambu: Potensi Lokal Angkat Ekonomi Pesisir hingga Berprestasi Nasional
-
Desa BRILiaN Sausu Tambu Dorong Ekonomi Pesisir, Raih Pengakuan di Tingkat Nasional
-
Istighotsah Cirebon, Ulama: Jangan Biarkan Kasus KM 50-Vina Menggantung!