SUARA SEMARANG - Pemain bintang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, telah memicu kontroversi yang membuat timnya terkejut dan marah.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Mbappe menyebut PSG sebagai tim perpecahan dan hanya sebagai tim partisipasi.
CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi, merespons komentar tersebut dengan tegas.
Hubungan antara Kylian Mbappe dan PSG semakin memanas selama proses transfernya ke Real Madrid.
Baru-baru ini, Mbappe memutuskan untuk tetap bertahan di PSG dan berusaha mendapatkan bonus besar.
Namun, PSG mengirimkan surat ke Mbappe yang menjelaskan bahwa ia akan dijual pada musim panas ini kecuali ia menyetujui untuk memperpanjang kontrak sebelum akhir bulan.
Jika Mbappe tidak memperpanjang kontrak, PSG akan menjualnya kepada penawar tertinggi tanpa memedulikan tujuan transfernya.
Keputusan PSG ini didasarkan pada pernyataan Nasser Al-Khelaifi sebelumnya, bahwa klub tidak akan membiarkan Mbappe pergi secara gratis pada musim panas mendatang.
Nasser Al-Khelaifi bersikeras bahwa Mbappe harus menandatangani kontrak baru pada jendela transfer saat ini jika ia ingin bertahan.
Baca Juga: Asnawi Mangkualam Jadi Pemain Penentu, Jeonnam Dragons Menang Dramatis Lawan Gimpo FC
Al-Khelaifi menyatakan bahwa PSG tidak ingin kehilangan pemain terbaik dunia secara cuma-cuma dan tidak akan membiarkan Mbappe pergi tanpa mendapatkan nilai yang pantas.
Menanggapi tekanan yang diberikan kepadanya, Mbappe melancarkan serangan balik dalam wawancara, di mana ia mengkritik keadaan di PSG.
Ia mengatakan bahwa ia tidak tahu apa langkah yang harus diambil oleh PSG untuk memenangkan Liga Champions.
Mbappe juga menyebut bahwa ia tidak merasa memberikan banyak kontribusi selama bermain di PSG dan mengungkapkan adanya perpecahan dalam tim.
Meskipun gosip dan kontroversi tersebut tidak mengganggunya, ia tetap fokus pada tujuannya untuk menang dan meraih trofi, terutama Liga Champions yang belum pernah ia dapatkan.
Ucapan Mbappe ini memicu kemarahan Nasser Al-Khelaifi. Presiden PSG menantang Mbappe untuk pergi dari klub jika ia menganggap PSG sebagai tim yang tidak bersatu dan tidak berpotensi memenangkan Liga Champions.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang
-
BRI Sediakan Fasilitas Cicilan 0 Persen Hingga 12 Bulan di AZKO
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD
-
Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya
-
Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur