/
Minggu, 09 Juli 2023 | 22:38 WIB
Konflik Memanas Kylian Mbappe vs PSG, Persaingan, Perpecahan dan Perjalanan ke Real Madrid. ((Instagram.com/@k.mbappe))

SUARA SEMARANG - Pemain bintang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, telah memicu kontroversi yang membuat timnya terkejut dan marah.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Mbappe menyebut PSG sebagai tim perpecahan dan hanya sebagai tim partisipasi.

CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi, merespons komentar tersebut dengan tegas.

Hubungan antara Kylian Mbappe dan PSG semakin memanas selama proses transfernya ke Real Madrid.

Baru-baru ini, Mbappe memutuskan untuk tetap bertahan di PSG dan berusaha mendapatkan bonus besar.

Namun, PSG mengirimkan surat ke Mbappe yang menjelaskan bahwa ia akan dijual pada musim panas ini kecuali ia menyetujui untuk memperpanjang kontrak sebelum akhir bulan.

Jika Mbappe tidak memperpanjang kontrak, PSG akan menjualnya kepada penawar tertinggi tanpa memedulikan tujuan transfernya.

Keputusan PSG ini didasarkan pada pernyataan Nasser Al-Khelaifi sebelumnya, bahwa klub tidak akan membiarkan Mbappe pergi secara gratis pada musim panas mendatang.

Nasser Al-Khelaifi bersikeras bahwa Mbappe harus menandatangani kontrak baru pada jendela transfer saat ini jika ia ingin bertahan.

Baca Juga: Asnawi Mangkualam Jadi Pemain Penentu, Jeonnam Dragons Menang Dramatis Lawan Gimpo FC

Al-Khelaifi menyatakan bahwa PSG tidak ingin kehilangan pemain terbaik dunia secara cuma-cuma dan tidak akan membiarkan Mbappe pergi tanpa mendapatkan nilai yang pantas.

Menanggapi tekanan yang diberikan kepadanya, Mbappe melancarkan serangan balik dalam wawancara, di mana ia mengkritik keadaan di PSG.

Ia mengatakan bahwa ia tidak tahu apa langkah yang harus diambil oleh PSG untuk memenangkan Liga Champions.

Mbappe juga menyebut bahwa ia tidak merasa memberikan banyak kontribusi selama bermain di PSG dan mengungkapkan adanya perpecahan dalam tim.

Meskipun gosip dan kontroversi tersebut tidak mengganggunya, ia tetap fokus pada tujuannya untuk menang dan meraih trofi, terutama Liga Champions yang belum pernah ia dapatkan.

Ucapan Mbappe ini memicu kemarahan Nasser Al-Khelaifi. Presiden PSG menantang Mbappe untuk pergi dari klub jika ia menganggap PSG sebagai tim yang tidak bersatu dan tidak berpotensi memenangkan Liga Champions.

Sebelumnya, Lionel Messi juga mengungkapkan bahwa PSG adalah klub yang membuatnya dan keluarganya menghadapi musim paling sulit dalam karirnya.

Messi merasa dihujat oleh sebagian penggemar dan menyalahkan penggemar tersebut atas kegagalan PSG meraih trofi Liga Champions.

Saat ini, PSG masih menunggu keputusan langsung dari Mbappe mengenai keinginannya untuk dijual.

Setelah itu, PSG akan menentukan harga penawaran untuk pemain tersebut, yang diperkirakan akan mencapai sekitar 150 juta hingga 200 juta Euro.

Sementara itu, Real Madrid menunggu harga penawaran dari PSG dan berharap situasi ini akan segera terjadi pada bulan Juli ini.

Beberapa sumber di PSG bahkan menyebut bahwa Mbappe telah mencapai kesepakatan dengan Real Madrid untuk tahun 2024.

Konflik antara Kylian Mbappe dan PSG semakin memanas, dengan persaingan, perpecahan, dan perjalanan menuju Real Madrid menjadi sorotan.

Load More