Bola / Liga Italia
Senin, 16 Februari 2026 | 20:05 WIB
Penggemar Liga Italia era 90-an tentu tak asing dengan sosok kiper berkepala plontos yang identik dengan nomor punggung 10, Cristiano Lupatelli. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Cristiano Lupatelli, mantan kiper Liga Italia era 90-an, kini menjabat pelatih kiper Timnas Italia.
  • Lupatelli pernah meraih Scudetto bersama AS Roma musim 2000/2001 dan uniknya memakai nomor punggung 10.
  • Penunjukan Lupatelli ke staf pelatih Italia dilakukan secara mendadak atas permintaan pelatih Gennaro Gattuso.

Suara.com - Penggemar Liga Italia era 90-an tentu tak asing dengan sosok kiper berkepala plontos yang identik dengan nomor punggung 10, Cristiano Lupatelli.

Ya berbeda dengan kiper-kiper pada umumnya yang mengenakan nomor punggung 1 atau 12, Lupatelli memilih mengenakan nomor yang biasa digunakan striker ataupun playmaker, nomor 10.

Bagaimana kabar Lupatelli saat in? Apakah ia masih berkecimpung di dunia sepak bola?

Lupatelli ternyata masih tak bisa dipisahkan dari lapangan sepak bola. Lupatelli ternyata saat ini menjadi pelatih kiper Timnas Italia.

Bersama Roberto Perrone, Lupatelli diminta oleh pelatih Italia, Gennaro Gattuso untuk menjadi pelatih kiper.

Sebelumnya, pada 2024, ia lebih dulu dipercaya menangani kiper Timnas Italia U-16.

Lupatelli mengaku penunjukannya terjadi secara tiba-tiba.

“Semua terjadi begitu saja, mendadak. Mister menghubungi saya dan ada kesempatan untuk membantu di staf pelatih. Ini sebuah kehormatan besar,” ujarnya kepada Fanpage

Menurutnya, suasana di skuad Azzurri penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.

Baca Juga: Ditahan Imbang AS Roma, Conte Sebut Nasib Napoli Tergantung pada 13 Laga Sisa

“Saya melihat banyak antusiasme dan keinginan membentuk tim yang solid untuk mencapai target bersama,” kata Lupatelli.

Karier Lupatelli sebagai pemain tak bisa dilepaskan dari momen emas bersama AS Roma saat meraih Scudetto musim 2000/2001 di bawah asuhan Fabio Capello.

Ia berbagi ruang ganti dengan nama-nama besar seperti Francesco Totti, Gabriel Batistuta, dan Vincenzo Montella.

“Saya datang dari Serie B bersama Andria, masih sangat muda. Ruang ganti itu dipenuhi juara-juara besar,” kenangnya.

Ia juga menjadi bagian dari kisah Chievo Verona, tim kuda hitam yang finis kelima Serie A dan mencatat sejarah sepak bola Italia.

Salah satu hal unik dalam karier Lupatelli adalah keberaniannya mengenakan nomor punggung 10.

Lupatelli pun menceritakan bahwa awal mula ia mengenakan nomor itu karena guyonan rekan setimnya.

“Itu awalnya hanya bercanda dengan teman-teman. Lalu benar-benar ada kesempatan memakai nomor itu, dan saya ambil. Sangat menyenangkan,” tuturnya.

Kini, perannya beralih dari penjaga gawang menjadi mentor bagi generasi baru, termasuk Gianluigi Donnarumma.

“Yang paling terasa adalah level mereka. Donnarumma dan kiper lain menunjukkan kualitas luar biasa. Talenta mereka jelas terlihat,” ujarnya.

Kontributor: Azka Putra

Load More