/
Senin, 17 Juli 2023 | 12:56 WIB
Ilustrasi kisah mantan mahasiswi simpanan dan menjadi psk yang temukan jalan hidup baru (Suara.com/Eko Faizin)

Setelah itu saya pulang dan berjalan pelan pelan dipinggiran ruko pinggir jalan, tepat jam set 6 sore saya melihat dijalan para wanita muda pekerja kantoran pulang kerja dengan mengendarai motornya, lengkap dengan kotak bekal makanan yang ditaru dibawah kakinya.

Ada yang rapih dengan flat shoesnya dan ada yang ingin memakai sendal swallownya.

Sejenak saya tersenyum, membayangkan posisi saya seperti mereka, lelah bekerja dengan penatnya urusan kantor, pulang istirahat sambil menikmati streaming film dan cemilan didepan. Seketika saya mengingat keluarga saya dirumah.

Saya pulang ke kosan, makan sebentar dan minum obat, setelah itu saya menelpon ibu dirumah. Saya rindu rumah waktu itu. (keluarga tidak ada yang tau saya psk)

Setelah sehat saya menjalani aktifitas perkuliahan saya, dan bodohnya saya tetap open order. Hanya saya menjadwalkan dan membatasi client setiap harinya, bahkan saya hanya mau melayani dihari senin, selasa, jumat dengan max. 3 client.

Alasan saya yaa karna uang, saya butuh uang. dan saya berfikir mau perlahan lepas dari ruang lingkup psk ini.

ketika saya sedang skripsian saya melamar menjadi karyawan magang di suatu perusahaan swasta waktu itu, dan saya diterima.

Saya senang bukan main, walau hanya menjadi staff magang dan gaji yang saya terima tidak seberapa, tapi saya benar benar bersyukur dan mencintai pekerjaan saya waktu itu.

perlahan saya lupa dengan pekerjaan psk saya waktu itu, saya pulang magang bisa berkumpul dan nongkrong dicafe bersama teman teman kuliah, saya benar benar menjalani aktifitas anak muda pada umumnya.

Baca Juga: Comeback Numbers, Ini 3 Drama Korea yang Dibintangi Yeon Woo

Setelah wisuda diumur 23thn saya mulai mencari pekerjaan tetap dikantoran. Dan akhirnya saya diterima di kawasan industri dan saya menjadi staff admin disana.

Mimpi saya terwujud, saya senang akan hal itu.
yang dulu saya cuma iri melihat para wanita pekerja, sekarang saya bisa merasakan hal itu.

Sekarang diumur 26thn saya lagi di fase mendambakan sosok pasangan dan calon hidup. Tapi mikir lagi, memang ada yang mau sama saya ya??

Hah sudahlah.. saya menikmati hidup baru saya yang ini saja dulu sembari memperbaiki hidup saya kedepannya".***

Load More