SUARA SEMARANG - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Indriyasari, mengumumkan bahwa pendapatan pajak daerah pada semester pertama tahun 2023 telah mencapai 54,25 persen dari target total Rp 2,19 triliun. Capaian ini menandai peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan daerah ini terutama berkat potensi pajak yang menjanjikan, yang sejalan dengan banyaknya kegiatan nasional yang diadakan di Kota Semarang. Meskipun masa pandemi telah mereda, kunjungan belajar dan kunjungan kerja meningkat, sementara banyak kementerian juga menyelenggarakan berbagai kegiatan di ibu kota Jawa Tengah.
"Di tahun 2023, progresnya sangat bagus. Di semester pertama saja sudah mencapai 50 persen lebih. Sepertinya tahun ini akan berjalan lebih baik," ucap Indriyasari dengan optimis.
Kota Semarang memiliki agenda kegiatan setiap harinya, dan hal ini menjadi faktor utama dalam meningkatkan potensi pendapatan daerah. Sektor pajak hotel dan restoran terbukti memiliki performa yang cukup baik.
Hingga saat ini, realisasi pajak hotel telah mencapai 47,02 persen dari target Rp 193 miliar, sedangkan pajak restoran telah mencapai 49,52 persen dari target Rp 265 miliar.
Selain itu, antusiasme masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) juga cukup tinggi, dengan realisasi PBB hingga semester satu ini mencapai 68,39 persen.
"Dalam rangka hari jadi Kota Semarang beberapa waktu lalu, kami memberikan diskon 10 persen. Saat ini, realisasi hampir mencapai 70 persen. Sementara, realisasi pajak-pajak lainnya juga mengikuti progres yang baik," ungkap Indriyasari.
Pihak Bapenda akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pajak daerah, terutama pada sektor self-assessment atau penilaian sendiri, seperti pajak hotel, restoran, dan hiburan. Pengawasan dilakukan dengan menggunakan pemasangan elektronik tax (e-tax).
"Kami melakukan pengecekan, tapi harapannya ada kesadaran dari masyarakat. Upaya penungguan dengan kasir menggunakan e-tax akan kami lakukan pemeriksaan. Harapannya, pemeriksaan tidak perlu dilakukan," ungkap Indriyasari.
Baca Juga: Kado Pahit Jordi Amat Untuk Bojan Hodak yang Terbang ke Indonesia Gabung Persib
Dengan kondisi ini, prospek pendapatan pajak daerah Kota Semarang semakin meningkat di tahun 2023.
"Semoga kesadaran masyarakat untuk membayar pajak terus meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus didukung dengan baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Apakah Harga Beras SPHP Naik di Tengah Fluktuasi Kurs Dolar? Ini Penjelasan Bapanas
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Prosesi Lempar Jumrah Aqabah Warnai Rangkaian Ibadah Haji 1447 H
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!
-
Rampage: Aksi Dwayne Johnson Selamatkan Kota dari Hewan Buas, Malam Ini di Trans TV
-
Kolam Bekas Tambang di Kukar Jadi Tempat Wisata usai Terbengkalai 28 Tahun