SUARA SEMARANG - Basis suporter PSIS Semarang, Panser Biru membuka donasi untuk membantu klub kesayangannya membayar sanksi denda dari Komdis PSSI.
Diketahui, PSIS Semarang mendapatkan denda lantaran Komdis PSSI menemukan adanya pelanggaran, yakni datangnya suporter saat bertandang ke markas PSS Sleman pada 21 Juli 2023 silam.
Akibat pelanggaran tersebut, PSIS Semarang pun dikenakan sanksi denda sebesar Rp 25.000.000.
PSIS Semarang juga diancam hukuman lebih berat lagi jika terjadi pengulangan terhadap pelanggaran serupa.
Dalam unggahan di instagram @panserbiru2001 disebutkan bahwa pihaknya berharap tidak akan terjadi lagi pelanggaran ini.
"BUKAN YANG KITA INGINKAN TAPI TENTANG KEBERSAMAAN. Semoga kedepan tidak terulang dan menjadi pelajaran. Abot enteng songgo bareng," tulis Panser Biru dalam captionnya.
Beragam komentar dalam unggahan tersebut. Ada yang mendukung langkah open donasi yang dilakukan Panser Biru untuk menebus kesalahan.
Ada pula yang nyinyir soal nekatnya para suporter yang sudah dilarang untuk datang di pertandingan tandang.
"Makane nek dikon ojo mgkt yo ojo mgkt , ora oleh away yo manuto , banjur kedaden disanksi sopo seng rugi ??? Isone gur nyusahke rono rene," tulis seorang netizen.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Sopir Angkutan Batu Bara Tewas di Jalan Servo PALI, Diduga Dibunuh
"Makane nek pas nonton Away ojo diposting ning Sosmed ben ra ono bukti," tulis netizen lainnya.
Sementara itu, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menyatakan bahwa pihaknya merasa dirugikan dengan adanya sanksi denda dari Komdis PSSI ini.
Dalam laga away melawan PSS Sleman, Yoyok tidak melihat adanya suporter yang menggunakan atribut PSIS Semarang.
Pihak klub dikatakannya juga sudah berusaha maksimal agar para pendukung tidak hadir dalam laga tandang.
“Pertama kami menyayangkan keputusan dari Komdis. Kemudian kenapa PSSI mengedepankan atau menggunakan pendekatan sanksi untuk peraturan baru ini dan tidak melakukan pendekatan komunikasi, sosialisasi serta edukasi. Setahu kami tidak ada atribut PSIS sama sekali yang terlihat di stadion dan kami juga sudah menghimbau dan klub juga telah berusaha secara maksimal,” tutur Yoyok Sukawi pada Sabtu (29/7/2023).
“Kami berharap semoga denda ini terakhir yang membebani klub karena kami sedang berjuang. Teman-teman dulur-dulur suporter ayo menahan diri jangan awaydays dulu selama masih ada larangan dari PSSI karena Komdis bisa mengambil bukti-bukti melalui foto-foto dan sosial media, laporan matchcom, laporan intel menjadi bukti yang disatukan untuk menghukum klub,” tutup Yoyok Sukawi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Hadiah Sayembara Rp250 Juta Tak Jadi untuk Penangkap, KDM Alihkan untuk Masa Depan Korban
-
Begadang Nonton Bola? Ini 5 Trik Biar Gak Kelihatan Zombie di Kantor
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming
-
MotoGP Belanda 2026: Marc Marquez Incar Hattrick, Pecco Punya Misi Terakhir
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan