SUARA SEMARANG - Lagi viral di media sosial tentang nasi goreng Mbak Ita yang membuat heboh warga Kota Semarang.
Apa itu nasi goreng Mbak Ita yang banyak dipertanyakan viral oleh netizen dan mengapa setiap RT harus ikut membuat masakan sejuta umat yang mudah dimasak itu.
Tak banyak yang tahu jika sebetulnya viral nasi goreng Mbak Ita ada banyak manfaat yang terkandung, terutama punya gizi yang tinggi.
Secara filosofis mengapa setiap warga Kota Semarang dikenalkan nasi goreng Mbak Ita dan bertepatan dengan momentum 17 Agustusan yang ikut disertakan lomba.
Menyambut HUT ke-78 RI, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menggagas lomba memasak nasi goreng khas Mbak Ita se- Kota Semarang.
Melalui lomba masak tersebut, nasi goreng Mbak Ita merupakan promosi dalam konsep ketahanan pangan, urban farming, keseimbangan gizi makanan dan penanggulangan stunting kepada masyarakat luas.
“Saya ini ingin menggerakkan agar ibu-ibu itu kembali lagi ke dapur. Caranya dengan mengadakan lomba masak yang mudah-mudah dulu. Nasi goreng siapa sih yang tidak mau,” kata Mbak Ita, Kamis 3 Agustus 2023.
Bukan lomba masak nasi goreng biasa, ada takaran yang wajib diketahui agar memiliki nilai gizi yang tinggi dan mampu mencegah stunting.
Kriteria nasi goreng khas Mbak Ita harus menerapkan kaidah Isi Piringku yaitu komposisi bahan ada 1/3 nasi, 1/3 sayur, 1/6 lauk, dan 1/6 buah
Baca Juga: Mbak Ita: Bukan Like and Dislike Rotasi 349 Jabatan Pejabat Baru Pemkot Semarang
Isi Piringku sendiri adalah panduan gizi yang juga menjadi program nasional.
Harapannya, para ibu peserta lomba nantinya akan menerapkan kaidah Isi Piringku ketika menyiapkan sajian untuk keluarga di rumah.
Sementara itu, kandungan gizi nasi goreng Mbak Ita diungkapkan oleh dosen Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Dr Sufiati Bintanah.
Ia mengatakan bahwa dalam mengkonsumsi suatu makanan, masyarakat perlu mempertimbangkan kandungan nilai gizi.
Nilai gizi yang dimaksud harus mencakup ketentuan cukup dan seimbang. Selain itu, juga wajib memperhatikan tingkat kesehatan dan keamanan pangan yang dihidangkan.
Menurutnya, olahan pangan sejenis nasi goreng dikatakan layak dikonsumsi dengan melihat bahan yang dipakai untuk membuatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak
-
Profil Glory, Tersangka Baru Korupsi MBG yang Punya Kedekatan dengan Eks Kepala BGN
-
Buntut Video Panas 2 Menit: Nasib Mahasiswa Unair Kini di Tangan Komisi Etik
-
Gol Kilat Ismael Saibari Bawa Maroko Tundukkan Skotlandia, Selangkah Lagi Lolos ke 32 Besar
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Karier di Ujung Tanduk: Skandal Honorer Fiktif Menjerat Sekda Lampung Tengah
-
Terpopuler: HP Chipset Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan Samsung Rp2 Jutaan
-
Bukan Karena Malas, 5 Hal Ini Jadi Alasan Utama Kenapa Kamar Anak Kos Cepat Berantakan
-
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro
-
Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!