SUARA SEMARANG - Paulo Gali Freitas menjadi pembelian yang cukup mengesankan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, wonderkid Timor Leste itu menjadi salah satu sosok yang paling disorot di awal musim Liga 1 2023/2024.
Kuota pemain Asia Tenggara yang diterapkan PSSI di Liga 1 musim ini nampaknya cukup memberikan gairah bagi PSIS Semarang dengan sosok Gali Freitas, di mana Yoyok Sukawi juga menaruh perhatian padanya.
Gali Freitas sosok Timor Leste usia 18 tahun sudah mencatatkan 4 gol dan 3 assist dari total 9 laga, dan dia selalu tampil.
Pembelian Gali Freitas sebagai pemain Asia Tenggara ke PSIS Semarang juga cukup menarik perhatian banyak pihak.
Memang ada sosok Elias Dolah, bek jangkung asal Thailand yang merapat ke Bali United musim ini.
Selain itu sebelumnya Persib Bandung menggaet bek sayap Filipina Daisuke Sato, namun saat itu belum ada keharusan pemain Asia Tenggara melainkan Asia secara garis besar.
Penampilan yang fantastis dari Gali Freitas ini ternyata cukup menaikkan harga pasaran.
Harga pasaran Gali Freitas mencapai puncaknya di PSIS Semarang kali ini dan kemungkinan bisa terus meroket.
Harga pasaran Gali Freitas mendekati Daisuke Sato yang direkrut Persib Bandung beberapa musim lalu.
Melansir laman Transfermarkt, harga pasar Gali Freitas sudah sampai angka Rp 3,04 miliar.
Sementara Daisuke Sato saat ini punya harga kisaran Rp 3,48 miliar, di mana harga tertingginya mencapai Rp 9,56 miliar pada September 2018.
Meski demikian salah satu sosok pemain Asia Tenggara paling tinggi di Liga 1 ada bek jangkung Thailand Elias Dolah.
Sosok 30 tahun itu resmi bergabung dengan Bali United, dan kini punya nilai harga pasar Rp 5,21 miliar.
Kembali ke Gali Freitas, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi belakangan dikabarkan memagari harga tinggi untuk Gali Freitas.
Bilamana Gail Freitas akan dijual maka dia bisa menjadi pemasukan yang menarik bagi Mahesa Jenar, mengingat penampilan yang bisa terus berkembang melihat usia yang masih muda.***
Berita Terkait
-
Ke Semifinal! Diam-diam Gali Freitas Bela Timor Leste Angkat Piala AFF U 23 2022, Bukan Timnas Indonesia
-
Aneh! Media Malaysia Sorot Sosok PSIS jadi Titik Lemah Timnas Indonesia! Shin Tae Yong: Coba Pemain Baru
-
Sah! Metode Barter Yoyok Sukawi - Shin Tae Yong, Kesempatan Bocah Karanganyar dan Titisan Nadeo Argawinata, Kiper PSIS Menepi
-
BREAKING NEWS! Yoyok Sukawi Lepas Haykal Alhafiz ke Thailand usai PSIS Vs Dewa United atas Permintaan Shin Tae Yong
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas