SUARA SEMARANG -
SUARA SEMARANG– Sebanyak 3 sanksi akhirnya harus diterima PSIS Semarang usai laga lawan Persib di Stadion Jatidiri, CEO Yoyok Sukawi buka suara.
Sanksi yang harus dipatuhi CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi disampaikan menerima oleh Komite Disiplin PSSI pasca-laga menghadapi Persib Bandung di Stadion Jatidiri, Ahad 24 Agustus 2023.
Yoyok Sukawi bereaksi atas sanksi yang diberikan untuk PSIS Semarang di laga panas lawan Persib Bandung itu.
Sanksi yang pertama ditujukan untuk panpel PSIS, Komdis PSSI menilai dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persib Bandung sebagai suporter klub tamu di stadion.
Hal itu diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran regulasi dan disiplin sehingga terkena denda Rp 25 juta.
Kemudian sanksi berikutnya terjadi karena adanya gesekan suporter di tribun timur.
PSIS dikenakan Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 dengan sanksi PSIS Semarang menutup tribun timur sisi utara dalam satu pertandingan dan ditambah denda sebesar Rp 25 juta.
Terakhir, penjaga gawang PSIS Semarang, Adi Satryo harus absen lebih lama karena kartu merah yang ia dapat.
Akibat pelanggarannya tersebut, Komdis PSSI memberikan hukuman tambahan untuk Adi Satryo.
Penjaga gawang muda itu dianggap melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 terkait pelanggaran serius menerjang pemain lawan.
Arsan Makarim diterjang dengan intensitas tinggi dan Adi Satryo mendapatkan kartu merah langsung.
Merujuk kepada Pasal 49 Ayat 1 Huruf (b) dan Ayat 2 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, Adi Satryo diberikan hukuman tambahan larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan.
Hal ini terhitung sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat sehingga total akan absen selama tiga laga ke depan.
Selain itu, Adi Satryo juga mendapat sanksi berupa denda Rp 10 juta.
Berita Terkait
-
Aneh! Media Malaysia Sorot Sosok PSIS jadi Titik Lemah Timnas Indonesia! Shin Tae Yong: Coba Pemain Baru
-
Sah! Metode Barter Yoyok Sukawi - Shin Tae Yong, Kesempatan Bocah Karanganyar dan Titisan Nadeo Argawinata, Kiper PSIS Menepi
-
Adi Satryo PSIS Mules! Shin Tae Yong Orbitkan Penerus Nadeo Argawinata, Sosok 1,84 M Temani Ernando Ari
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Sekolah Riau Dilarang Gelar Perpisahan Mewah di Hotel, Bikin Beban Ortu!
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Review Jakarta Sebelum Pagi: Menyingkap Misteri Surat dan Luka Masa Lalu
-
Daftar Harga Motor Listrik Polytron April 2026, Mulai Rp11 Jutaan
-
Senyum Semringah Jemaah Calon Haji Embarkasi Surabaya: Dokumen Siap, Biaya Tak Naik
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Data Transaksi Digital Kompleks, Data Center ISC Makin Canggih
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI