SUARA SEMARANG - Tak disangka, ternyata Shin Tae Yong memasang dua formasi berbeda dibalik kemenangan dramatis atas Turkmenistan beberapa waktu lalu.
Ketika Shin Tae Yong, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, memasang dua formasi berbeda dalam pertandingan melawan Turkmenistan, sedikit yang tahu bahwa strategi ini akan membawa hasil yang luar biasa.
Pertandingan itu berubah menjadi pertarungan dramatis yang membuat penonton terpaku di kursi mereka.
Dalam babak pertama, Shin Tae Yong memilih untuk bermain dengan formasi 3-4-3, dengan tiga bek tengah termasuk Dewangga dan Sandy Walsh yang dipercayakan untuk mendampingi Jordi Amat, pemain yang lebih berpengalaman.
Keputusan ini membuahkan hasil gemilang, dengan skuad Garuda tampil efektif dan mencetak gol pertama melalui sundulan Dandy Sulistiawan.
Gol ini tidak hanya merayakan keunggulan tim, tetapi juga menggambarkan kebijakan pelatih untuk terus mencari solusi yang tepat di lapangan.
Namun, hal yang paling mengesankan terjadi di babak kedua, ketika Shin Tae Yong membuat perubahan besar dengan mengganti formasi menjadi 4-4-2.
Pergantian Dewangga, seorang bek, dengan Egy Maulana Vikri menjadi sorotan utama. Keputusan ini semakin menegaskan bahwa Shin Tae Yong adalah seorang pelatih yang berani mengambil risiko.
Empat bek sejajar, yakni Asnawi, Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Edo, mampu tampil apik meski sempat kocar-kacir saat Turkmenistan berusaha keras untuk menyamakan kedudukan.
Namun, keputusan paling krusial adalah ketika Egy Maulana Vikri mencetak gol penentu di akhir babak kedua, mengamankan kemenangan untuk tim Indonesia.
Bagi para penggemar setia, seperti Dendi dan Egi, gol ini adalah bukti bahwa pemain-pemain tersebut masih memiliki potensi besar, meskipun sebelumnya mengalami penurunan performa.
Kemenangan atas Turkmenistan telah mengembalikan kepercayaan diri mereka, dan semangat juang tim nasional sepak bola Indonesia semakin membara.
Shin Tae Yong telah menunjukkan kepada dunia bahwa dia bukan hanya seorang pelatih biasa-biasa saja, melainkan seorang ahli taktik yang mampu membaca permainan dan mengambil keputusan yang tepat pada saat yang krusial.
Dua formasi yang berbeda dalam satu pertandingan adalah tanda bahwa pelatih ini selalu mencari cara untuk mengalahkan lawan.
Momen-momen seperti ini yang membuat sepak bola begitu memukau dan membuat kita selalu ingin melihat lebih banyak lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Daftar Pemain Moving Season 2 Terungkap, Ada Wajah Baru dengan Nama Besar
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Menyelinap ke Pikiran Ayah
-
Polisi Respons Dugaan Temuan Whip Pink di Rumah Reza Arap
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela