SUARA SEMARANG - Hewan ternak sapi yang ada di lokasi kawasan TPA Jatibarang ikut panik dengan berhamburan saat terjadi kebakaran di lokasi tempat sampah.
TPA Jatibarang Semarang terbakar hebat yang mejalar hingga kurang lebih enam hektar. Sapi-sapi yang bebas berada di lokasi pun ikut lari menyelamatkan diri.
Para pemilik sapi tak kalah repot, berusaha mengungsikan hewan ternaknya yang berada di lokasi terbakar TPA Jatibarang.
Pemandangan sapi-sapi di TPA Jatibarang memrupakan hal yang lumrah. Ratusan hewan berkaki empat mamalia tersebut secara bebas mencari makanan pada tumpukan sampah.
Bahkan pemandangan kandang sapi mudah ditemukan di lokasi TPA Jatibarang. Mulai dari area masuk lokasi hingga kawasan bagian dalam.
Saat terjadi kebakaran TPA Jatibarang pada Senin 18 September 2023 sekitar pukul 14.00 WIB, api menjalar cepat hingga melahap sekira enam hektar di lokasi.
"Hampir enam hektar perkiraannya. Kalau tidak diselamatkan bakal meluas," kata Joko Hartono Kasubag TU TPA Jatibarang.
Perkiraan asal sumber api berasal dari lokasi penampungan sampah yang ada di bagian bukit atas yang terbuka.
Selain membakar sampah, ilalang kering yang berada di lokasi juga membuat api cepat merambat. Warga yang berada di lokasi langsung mengevekuasi barang-barang agar tidak terdampak. Termasuk sapi-sapi peliharaan mereka.
Sementara itu, Kapolsek Mijen, Kompol Kholid Mawardi menerangkan langsung mengkoordinir warga untuk tidak mendekat di lokasi kejadian. Selain agar tidak terjadi korban, asap yang mengepul juga membahayakan.
“Warga yang sedang mengepul barang belas agar segera bergeser agar kita bisa fokus dalam upaya pemadaman bersama Damkar,” kataya.
Armada Damkar Kota Semrang hingga saat ini berusaha memadamkan api di TPA Jatibarang. Total ada 8 mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi terbakar.
TPA Jatibarang memiliki luas sekitar 46 hektar berada di Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Meski sebagai tempat sampah terbesar di Jateng, di TPA Jatibarang terdapat beberapa proyek strategis.
Di antaranya Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) atau PLTSA dengan memanfaatkan gas metan yang diolah dari tumpukan membran. Kemudian ada pengelolaan sumber air bersih PT Air Semarang Barat.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Masih Menggantung, Kasus Pemukulan Jurnalis di Surabaya Tak Kunjung Naik Penyidikan
-
Polres Bogor Ungkap Misteri Kematian Bocah di Hutan Jasinga
-
Skema Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Barat
-
Ahmad Luthfi Realokasi Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Jateng
-
KPK Bongkar Asal-usul Aset Kripto di Kasus Silmy Karim
-
Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar
-
5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Bupati Muara Enim Tak Sendirian, KPK Jaring 9 Orang Lain dalam OTT!
-
Masa Pemulihan, Mees Hilgers Bersyukur Diizinkan Berlatih Bersama Timnas Indonesia
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset