/
Senin, 29 Agustus 2022 | 07:07 WIB
Ilustrasi KAIN TENUN BADUY (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

SuaraSerang.id - Sanggar Guriang saat ini tengah mengadakan Festival Tanun Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya kearifan lokal melalui yang diselenggarakan selama satu minggu yakni 25-31 Agustus 2022 mendatang di Warunggunung Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Sanggar Guriang Dede Majid mengatakan bahwa masyarakat, khususnya warga Banten untuk turut peduli dalam menjaga dan melestarikan karifan budaya lokal seperti tadisi-tradisi yang dipertahankan masyarakat Baduy.


“Kita harus menjunjung dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal dari kehidupan masyarakat Baduy,” ujar Dede di Lebak, Minggu (28/8/2022).


Dia menjelaskan bahwa Festival Tenun Baduy yang diadakan selama seminggu ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap budaya masyarakat Baduy, dimana kehidupan masyarakat Baduy, selain bertani, juga dituntut untuk bisa memproduksi tenun, karena itu merupakan warisan nenek moyang.

Festival ini juga untuk mendorong ekonomi kreatif bagi para perajin tenun Baduy, pelajar difabel dan masyarakat sekitar. 

Warga juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan banyak pelaku bisnis, memungut retribusi parkir berkat adanya pengunjung Festival Tenun Baduy ini. 

Dede menambahkan, kegiatan pelestarian budaya kearifan lokal masyarakat Baduy ini melibatkan 40 peserta, yang terdiri 20 peserta dimana empat siswa diantaranya penyandang disabilitas yang turut belajar menenun kain dan merancang model desain kain tenun sendiri. 

Bahkan dari 20 peserta yang mempelajari tenun dan perancang busana, mengikuti lokakarya selama dua hari di pemukiman Baduy dengan didampingi oleh instruktur langsung si pengrajin Baduy.


Sementara, 20 peserta lainnya, seluruh siswa penyandang disabilitas dari seluruh SLB dari SD, SMP, dan SMA akan mengikuti peragaan busana yang akan digelar pada 29 dan 30 Agustus 2022 di sebgai rangkaian Festival Tenun Baduy.

Baca Juga: Nekad, Mobil Ini Naiki Jalan Tanjakan Berlumpur di Kutim, Warganet: Seru

"Kami mengadakan Festival tenun Baduy yang diikuti oleh mahasiswa penyandang disabilitas untuk mendorong mereka berkarya menenun dan merancang busana sehingga bisa mengembangkan ekonomi mereka,” ujar Dede.

Festival ini bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melestarikan budaya kearifan lokal.

“Kami berharap  festival ini dapat memotivasi masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal agar tradisi ini tidak hilang,” kata Dede.

Guru SMA  Negeri 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ucu mengatakan pihaknya mengirimkan tujuh siswa penyandang disabilitas untuk mengikuti peragaan busana Baduy pada  Festival Tenun Baduy yang diselenggarakan oleh Sanggar Guriang Warunggunung.

Sanggar Guriang memberikan perhatian yang cukup kepada siswa penyandang disabilitas untuk bisa berpartisipasi dalam peragaan busana sehingga mereka dapat menjadi bagian dari dunia mode.

"Kami mengapresiasi siswa difabel yang juga dapat berpartisipasi dalam fashion show sperti yang diperankan oleh peragawati dan peragawan," ujar Dede.

Sementara itu, Ranti, seorang instruktur tenun dari Baduy, mengatakan bahwa penyandang disabilitas yang mempelajari desiner busana Baduy itu mereka pelajari langsung dari mulai menenun, merancang dan menjahit kain sendiri.


"Kami sebagai perajin tenun kain Baduy tentu bangga karya desainer empat siswa disabilitas luar biasa dan dapat ditampilkan fashion show pada festival tenun Badui itu," kata Ranti.


(Antara)

Load More