SuaraSerang.id - Buntut dari proses perizinan kerja sama antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangerang Selatan terkait pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang, yang belum tuntas, puluhan warga mengadang truk sampah kiriman sampah dari Tangsel pada Senin (29/8/2022).
Perizinan yang belum diterbitan oleh Pemerintah Provinsi Banten tersebut dikarenakan pihak Pemprov hingga kini belum menerima hasil kajian dampak lingkungan pembuangan sampah tersebut.
"Izinnya belum saya keluarin," kata Wawan Gunawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, saat kepada wartawan, Senin (29/8/2022).
Menurutnya, Pemprov Banten baru bisa mengeluarkan izin apabila syarat adanya kajian terkait sarana dan prasarana tempat pembuangan sampah tersebut telah dipenuhi.
"Kalau terjadi longsor siaa yang bertanggung jawab? Kalau saya izinkan, ada korban (longsor), siapa yang bertanggung jawab? Harus ada kajian, lahannya memenuhi tidak?" ujarnya.
Wawan mengatakan, kondisi TPSA Cilowong sendiri saat ini perlu dikaji apakah masih memungkinkan untuk menggunakannya sebagai TPSA atau tidak. Pasalnya, fasilitas tersebut 10 tahun ke depan dianggap sudah tidak memungkinkan lagi difungsikan sebagai TPSA.
Seperti diketahui, pada Senin (29/8/2022), puluhan warga menutup jalan masuk ke TPSA dan memblokade truk yang mengangkut sampah dari Tangsel. Di pintu gerbang warga memasang spanduk bertuliskan 'Harga Mati Tutup Sampah Tangsel'.
Muhdi, salah seorang warga sekitar TPSA Cilowong, mengatakan warga telah hilang kesabaran. "Alasannya karena pencemaran lingkungan karena sudah bau, gak ketulungan. Sampah Tangsel gak boleh buang di sini," ujarnya.
Warga juga mendesak Pemkot Serang untuk menghentikan kerja sama pembuangan sampah dengan Pemkot Tangsel karena tidak berdampak baik untuk masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Serang Himbau Seluruh Elemen Masyarakat Terlibat Dalam Penanganan ODGJ.
Terkait penolakan pengiriman sampah Tangsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Farach Richi mengatakan, pihaknya telah menerima aspirasi warga. Mereka meminta Pemkot Serang serius dalam pengelolaan sampah dari Tangsel sehingga tidak mencemari lingkungan.
Sumber: SuaraBanten.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Bela Beckham, Marc Klok: Tak Ada Manfaat Bullying Pemain Timnas
-
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal KM 132KM 70, Ini Skema Bertahapnya
-
Mulai 1992 Hingga Kini, UMKM Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Terus Berjaya Bersama BRI
-
Antisipasi Kepadatan Angkutan Berat, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tanjung Priok
-
Kegilaan Duel Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Laga Rp100 Miliar kontra Rp11 Miliar
-
BRI dan UMKM Lokal: Inilah Kisah Ayam Panggang Bu Setu di Magetan yang Berjaya Lebih Dari 30 Tahun
-
Juara FIFA Series 2026 akan Dapat Trofi? Simak Faktanya
-
Hemat Gas LPG, Ini 5 Rekomendasi Kompor Listrik Low Watt untuk Rumah Tangga
-
Pasokan BBM Dipastikan Aman Selama Arus Balik Lebaran 2026
-
BRI Salurkan Rp178,08 Triliun KUR, UMKM Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Jadi Inspirasi