SuaraSerang.id - Tingginya angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Serang, Banten mulai memicu ke khawatiran di kalangan pemerintah daerah maupun masyarakat.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri, disela-sela pembukaan Rapat Koordinasi (Rakoor) Lintas Program dan Lintas Sektor Program Kesehatan Jiwa Masyarakat yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang di Aula TB. Suwandi Setda Kab. Serang, Kamis (25/8/2022) lalu.
Kerja sama yang dimaksud, kata Entus adalah antara Pemkab Serang, dalam hal ini Dinas Kesehatan dengan Pemprov Banten, BPJS Kesehatan, Rumah Sakit, Yayasan-yayasan yang telah mengelola penyelenggaraan ODGJ se-Kabupaten Serang.
Dalam kesempatan itu, Entus selaku Sekda atas nama pemerintah daerah juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Kepala Balai dan yayasan-yayasan rehabilitasi jiwa yang telah mendedikasikan diri dalam pengelolaan ODGJ di Kabupaten Serang.
“Tanpa dukungan mereka, tentu ini sangat berat untuk Pemerintah Kabupaten Serang dalam menangani ODGJ ini,” katanya.
Itu sebabnya, Entus mengharapkan dukungan dari elemen lain yakni lembaga-lembaga yang sudah ada di Kabupaten Serang, tokoh masyarakat harus menyadarkan warga bahwa dalam pengelolaan ODGJ tidak boleh lagi adanya pemasungan.
Perlu diberikan tempat yang baik di masyarakat, mulai dari pendekatan pengobatan yang harus manusiawi, memberikan perawatan yang tepat dan pengobatan yang tepat, bahkan menyarankan BPJS untuk menawarkan durasi pengobatan yang lebih lama.
"Kalau sekarang hanya 20 hari, sedangkan penanganan ODGJ itu butuh waktu yang lama setidaknya 4 bulan BPJS memperhatikan penanganan ODGJ ini jangan hanya selama 20 hari saja itu tidak cukup,” ucapnya.
Entus yang juga mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu berharap dalam rakor ini dapat mewujudkan salah satu harapan agar penyelenggaraan ODGJ dapat tercapai. Agar penanganan ODGJ di Kabupaten Serang semakin baik.
Baca Juga: Ruslan Buton Sebut Perbuatan Ferdy Sambo Lebih Ngeri dari PKI: 'Jenderal Membantai Ajudannya'
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Agus Sukmayadi menemukan, hingga Juli 2022 tercatat 2.142 orang sebagai ODGJ. Data tersebut merupakan hasil pendataan atau kunjungan rumah oleh tim kesehatan kecamatan, Puskesmas dibantu Kapolsek dan Koramil.
"Warga kita saudara-saudara kita yang saat ini terganggu kejiwaannya bisa kembali pulih, kembali kepada masyarakat yang normal sebagai warga yang normal dan bisa produktif," ujar Agus.
Ia berharap temuan yang jumlahnya lebih dari 2.000 ini akan menarik perhatian anggota masyarakat lainnya, karena salah satu cara untuk mengobati kesehatan mental di masyarakat adalah bukan hanya instansi pemerintah daerah, Dinkes dan Dinsos, melainkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.
"Libatkan keluarga untuk mewaspadai anggota keluarga yang saat ini mengalami gangguan jiwa berat, karena memang kehadiran anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dapat berkontribusi terhadap penyakit jiwa berat dengan melakukan tindakan medis, diharapkan perawatan keluarga akan lebih baik lagi bagi penderita gangguan jiwa,” ujarnya.
Dengan cara ini, lanjut Agus, tidak harus diasumsikan bahwa anggota keluarga yang sakit jiwa tidak menutupinya karena rasa malu, sehingga terjadi pemasungan. Karena cara pemasungan ini bisa langsung atau tidak langsung, artinya pemasungan langsung dengan diikat atau anggota keluarga dengan gangguan jiwa dikurung agar tidak bisa kemana-mana.
"Tapi walaupun tidak diikat dan dimasukkan ke dalam ruangan khusus, itu termasuk belenggu. ODGJ ini perlu perawatan medis, mereka perlu memberi tahu dan lapor Puskesmas, agar diobati dengan terapi setelah gangguannya agak ringan, interaksi dengan anggota keluarga di rumah sakit juga diperbolehkan," jelas Agus.
Berita Terkait
-
Mensos Risma Tegaskan Tak Boleh Lagi Ada ODGJ Dipasung
-
Viral! Rawat Gadis ODGJ Sampai Sembuh dan Dinikahi, Pasangan Ini Banjir Pujian
-
Ibu-ibu yang Tepergok Curi Motor di Showroom Ditemukan Nyungsep, Warganet: Cosplay ODGJ atau Beneran?
-
Pria ODGJ Bunuh Ayah Kandung di Purworejo, Korban Dipukul Kayu Gelugu Berkali-kali
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa
-
6 Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Serang: Pelaku Divonis Seumur Hidup
-
Lagi Diburu Banyak Orang, 5 Brand Sepatu Lokal Ini Diprediksi Cepat Sold Out Mei 2026
-
Seluruh Jemaah Calon Haji 2026 asal Riau Telah Berangkat ke Tanah Suci
-
Awas! Galon 'Ganula' Usia 11 Tahun Masih Beredar, 92 Juta Warga RI Terancam Bahaya BPA
-
Merinding Lihat Karya APFI 2026, Bupati Bogor: Ini Lorong Sejarah Perjalanan Bangsa
-
Rahasia Tinta Tato Dayak: Campuran Arang dan Gula Aren yang Masih Dipakai Secara Tradisional
-
Minat Ternak Rendah, Stok Sapi Lokal Banten Hanya Mampu Penuhi 19 Persen Kebutuhan Kurban
-
68 Paket Sabu Ditemukan dalam Kotak Rokok dan Wadah Gatsby di Pohon Sawit
-
Tumbang Sebelum Perang, Timnas Jepang Terancam Tanpa Dua Bintang Eropa di Piala Dunia 2026