SuaraSerang.id - Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite menjadi perbincangan hangat belakangan ini.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (LMU) Prof Muhammad Handry Imansyah mengatakan, subsidi BBM sebesar itu harus digunakan untuk program pembangunan lainnya. Itu yang Handry sampaikan agar subsidi BBM tidak salah sasaran.
“Ketimbang subsidi BBM yang salah sasaran,” kata Handry dalam siaran pers di Jakarta, Senin (29/8/2022).
Handry mengatakan program subsidi jenis pertalie dan solar yang diterapkan pemerintah selama ini dirasa kurang memadai. Idealnya, subsidi harus tepat langsung kepada masyarakat miskin.
"Memberikan subsidi harga untuk komoditas kebutuhan pokok berarti semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya," kata Handry
Handry mencermati hal tersebut terkait pernyataan dari Kementerian Keuangan Sri Mulyani mengenai potensi pembengkakan subsidi dalam APBN yang mengakibatkan tingginya harga minyak mentah dunia.
Saat ini Indonesia telah menjadi net importir BBM. Namun di satu sisi, kuota produksi Pertalite menurut Pemerintah akan habis pada akhir September 2022 sedangkan solar akan habis pula pada akhir Oktober 2022.
Berkenaan dengan itu, Handry mengatakan bahwa pemerintah harus menaikkan harga BBM, dengan mempertimbangkan sekaligus memperhitungkan beban subsidi yang tinggi yang dikhawatirkan akan tidak tepat sasaran.
Padahal, konsumen yang paling banyak mengkonsumsi kedua jenis BBM bersubsidi tersebut adalah kalangan orang mampu dan pengusaha-pengusaha besar, ujarnya berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Baca Juga: Viral, Hotman Paris Unggah Video yang Diduga Oknum Aparat Melakukan Intimidasi di Bandung
"Kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari karena beban subsidi sangat besar dan tidak tepat sasaran” kata Handry.
Seharusnya lanjut Handry, penyesuaian harga BBM didasarkan dan mengikuti harga pasar dunia, sedangkan untuk golongan masyarakat tidak mampu barulah diberikan bantuan sebagai tanggung jawab Pemerintah.
"Sebenarnya, jumlah kelompok sasaran masyarakat berpendapatan rendah ini relatif rendah konsumsi BBMnya, sehingga memberikan bantuan kepada mereka melalui skema pembatasan konsumsi lebih mudah," ucap Handry.
Sedangkan masyarakat lain di luar kategori itu, menurut Handry dibebaskan saja dengan harga pasar sehingga dana subsidi yang demikian besar dapat dimanfaatkan program pembangunan lainnya.
(suara.com)
Berita Terkait
-
Pemerintah Alihkan Subsidi BBM Jadi Bansos, BIN Pastikan Keamanan Negara Terkendali
-
Pemerintah Alihkan Subsidi BBM Pada Bansos, Pengamat: Itu Bukan Solusi, Seperti Memaksa
-
Masyarakat Diharap Tidak Panic Buying Jelang Kenaikan Harga Pertalite dan Solar
-
3 Bantuan Sosial yang Diberikan Pemerintah Jelang Kenaikan Harga BBM Subsidi
-
Pemerintah Siapkan Bantalan Sosial Rp 24,17 T, Ini Daftar Penerimanya
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
7 Alasan Kenapa Terbang dari Semarang ke Jakarta Bisa Jadi Opsi Menarik
-
7 Tips Perjalanan Lampung Jakarta: Tips Mudik atau Liburan dari Bandara Kecil ke Ibu Kota
-
6 Tips Penting Saat Mencari Tiket Pesawat Balikpapan-Makassar Paling Hemat
-
Kabar Terbaru Lola Diara Si Pelakor Layangan Putus, dari Sosialita Kini Jual Preloved
-
Penumpang Arus Balik di Terminal Samarinda Melonjak Dibanding Arus Mudik
-
Harga DDR4 Melejit 8,8 Kali Lipat di 2026, Dampak Peralihan Industri ke AI Mulai Terasa
-
4 Lip Serum SPF 50 Aman Dipakai saat Beraktivitas Outdoor, Mulai Rp27 Ribu
-
Nahas! Dikira Gagal Meledak, Petasan Raksasa Renggut Nyawa Bocah 10 Tahun di Blora
-
Viral Mobil Dinas Plat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Milik Kami
-
Purbaya Suntik Lagi Rp100 Triliun ke Himbara, OJK Yakin Bisa Turunkan Suku Bunga