SuaraSerang.id - Isu mengenai rencana pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini menjadi banyak perhatian di ranah publik. Terkhusus lagi di ranah sosial media. Sejumlah akun-akun anonim yang memiliki banyak follower pun menyanjikan data dan fakta dengan menghimpun dari beberapa sumber yang bukan kaleng-kaleng.
Salah satunya yakni akun instagram @4maze. Yang mana hari ini akun tersebut memposting sebuah feed yang diberi judul “Propaganda Miskin”. Dengan memasang foto menteri Keuangan Sri Mulyani di slide pertama dan terdapat tulisan foto tersebut ‘Cara Pemerintah Bikin Propaganda’.
Kemudian dalam postingan tersebut ditulis juga caption/keterangan yang tertera sebagai berikut,
“Pmrnth melakukan segala cara mencari alasan agar harga BBM bisa dinaikan, termasuk dgn propaganda soal data masyarakat miskin dan masyarkat yang ‘dianggap mampu’ lebih banyak menikmati BBM subsidi. Asal tahu saja, selama ini rumah tangga berpenghasilan 480k/bulan sudah dianggap keluarga mampu.”
Selang beberapa waktu yang tak lama, postingan tersebut dibanjiri komentar netizen dengan beragam tanggapan.
“500rb/bln UMR Kota mana nih?” tulis pemilik akun @by.nrry
“Pemerintah berusaha melenyapkan warganya” tulis akun @kakayekaa
“480k/bln makan aja susah gimna mau beli kendaraan?” ujar akun @umardhana
“Subsidi2 tapi pensiunan dan fasilitas pejabat ttp jalan malah meningkat, kalau adil cba tukar posisi, blokk” tulis akun @dwixrebel
Baca Juga: Harga Tiket Masuk Taman Mini Indonesia Terbaru, Semakin Cantik Usai Renovasi
“Pantesan angka kemiskinan menurun. Rupanya penghasilan 500rb per bulan udah ga miskin” tulis pemilik akun @raftsanzani
Dari beragam komentar tanggapan warganet itu, ada juga yang memberikan komentar dengan menandai langsung (mention) ke akun instagram pribadi milik menteri Keuangan Sri Mulyani.
Seperti yang ditulis oleh akun @rahmatir80 “Proyek IKN dan proyek2, lainnya yg tidak urgent yg memberatkan APBN yg nikmatin siapa? Siapa yg dapat proyeknya? Apak kabar hutang negara yg 7000 T yg bayar bunganya aja 400T itu kenapa ngk dikasih tau kerakyat juga @smindrawati “
Hal menarik lainya juga dilihat dari slide ke-2 pada postingan yang sama. Terdapat gambar tangkapan layar cuitan akun twitter dari aktivis yang juga pegiat film dokumenter Dandhy Laksono.
Dalam cuitannya itu, Dandhy menuliskan twit yang ia kutip dari judul berita dengan bunyi “Propaganda Pemerintah: '95 persen subsidi Solar dan 80 persen subsidi Pertalite dinikmati rumah tangga mampu.” Ia pun kemudian menuliskan tanggapan dalam cuitannya seperti berikut “Padahal ini standar yang dipakai pemerintah untuk membedakan ‘miskin’ dan ‘mampu’.
"Penghasilan 500 ribu pun akan disebut rumah tangga mampu.” tulis Dandhy seraya melampirkan postingan berita yang terdapat data survey Badan Pusat Statistik (BPS).
Berita Terkait
-
Kapan Pertalite dan Solar Jadi Naik? Yang Pasti Warga Miskin Akan Dikasih Bansos
-
Ribuan Nelayan di Medan Berharap BBM Subsidi, HNSI: Nelayan Kecil Banyak yang Tidak Melaut
-
Harga BBM Bakal Naik, Masyarakat Kalimantan Barat Minta Tertibkan Dulu Pengantri Nakal di SPBU
-
Luhut Minta Semua Pejabat Pemda Sosialisasikan Kenaikan Harga BBM ke Masyarakat
-
Hanya 5 Persen Warga Miskin Nikmati Solar, Menkeu Upayakan Ketepatan Subsidi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry