Mungkin tidak akan ada yang menyangka, seorang Muhammad Zakaria yang kini dikenal
sebagai satu diantara eksportir terbesar Kratom asal Kalbar dulunya merupakan seorang
cleaning service.
Tentu menjadi seorang yang dikenal hingga ke luar negeri, bahkan mempunyai rumah megah
serta gudang sendiri tidak langsung begitu saja terjadi.
Jack, sapaan akrabnya memulai bekerja menjadi seorang cleaning service satu diantara dealer
di Kubu Raya pada tahun 2011.
Setelah itu, pria berumur 40 tahun ini mencoba tantangan baru dengan menggeluti profesi
sebagai marketing truk hingga marketing alat berat.
Kemudian kembali berpindah pekerjaan pada 2013 dengan membuat perusahaan sendiri
dibidang ekspedisi, namun hingga 2015 akhirnya perusahaan yang dibentuk tersebut colaps.
"Di 2015 saya mulai belajar menggiat Kratom, dan awalnya juga ditipu. Karena mengandalkan
orang, kratom diambil rupanya kratom tidak dibayar. Sehingga bertanggung jawab untuk
membayar hutang dengan petani," ungkapnya.
Hal tersebut, ternyata tak membuat pria yang tinggal di kawasan Jalan Adi Sucipto Pontianak ini
menyerah.
Setelah menempuh berbagai cara, ia pun berhasil menemukan pelanggan pertamanya dari luar
negeri yakni Kolombia.
Namun perjalan berikut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Begitu Kratom dikirim ke
Kolombia, Kratom yang dihimpun Jack dari para petani tersebut ternyata tidak dibayar.
Walaupun sempat diungkapkan dia, jika saat pertama kali berkomunikasi dengan orang luar
negeri tersebut, ia agak bingung lantaran pelanggan yang menipunya tersebut menghubungi
via video call dan menggunakan bahasa Inggris.
"Saya ditipu, warga Kolombia yang menjadi buyer itu tidak membayar harga Kratom milik petani teman saya senilai Rp26 Juta. Tidak dibayar sama sekali, saya bertanggung jawab," kenangnya.
Namun ternyata, Jack yang mengaku kini telah mengirim Kratom ke luar negeri hingga bertonton tak pantang menyerah. Ia terus mencari pelanggan dari luar negeri.
Hingga akhirnya ia berhasil menemukan pembeli Kratom kembali dari negeri Amerika.
Baca Juga: 298 Pil Ekstasi dan 3.000 Gram Sabu, Gagal Masuk Indonesia Oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta
Walaupun memang awalnya konsumen tersebut membeli hanya 250 gram Kratom yang telah
berbentuk serbuk atau raw material pada dirinya, ternyata hal tersebutlah menjadi awal
kesuksesannya.
Konsumen dari Amerika Serikat itu, dikatakan Jack untuk sekarang sudah memesan Kratom
hingga 50 ton perbulannya.
Diketahui, menurutnya, Kratom dari dirinya diolah kembali untuk menjadi berbagai varian, dari
mulai teh, hingga pengobatan.
Jack pun membeberkan, jika keberhasilannya sekarang juga berkat bantuan dari warga sekitar,
yang telah bersedia meminjamkannya perangkat seperti laptop dan sejenisnya untuk bekerja.
Berawal hanya mengemas dan bekerja dengan istri untuk penjualan Kratom, kini dia pun telah
mempunyai 40 karyawan yang terdiri dari 22 orang perempuan dan 18 laki-laki.
Kesemuanya ialah warga sekitar. Para karyawan diungkap Jack digaji hingga 500 ribu perhari
dengan bekerja mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB
Dari bisnis Kratom yang dahulu ia hanya seorang cleaning service . saat ini telah menjadi pengusaha sukses dengan omses milyaran bahkan telah mengoleksi berbagai macam mobil mewah di rumahnya mulai dari ferrari hingga bentley.
Menjadi sukses, ternyata tak membuat jumawa. Ia pun mengaku telah menberangkatkan lima
orang karyawannya ibadah umrah pada tahun lalu, dan berencana untuk tahun ini sekitar 10
karyawan diberangkatkan untuk ibadah umrah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Erin Taulany Siap Buka-bukaan di Kantor Polisi, Bantah Tuduhan Penganiayaan ART
-
5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri
-
Siap-siap War, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd Via MyBCA
-
Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran