/
Jum'at, 09 September 2022 | 11:43 WIB
Mata uang Poundsterling. [Shutterstock] (Shutterstock)

SuaraSerang.id - Nilai tikar mata uang Inggris Poundsterling (pound) saat ini berada pada level terendah terhadap dollar AS sepanjang 37 tahun terakhir. Melansir dari halaman suara.com pada Jumat (9/9/2022). 

Ancaman dan resiko resesi, inflasi, ketidakstabilan ekonomi serta ketegangan politik adalah faktor yang mempengaruhi krisis energi di negara ini juga di Eropa, semakin memperburuk posisi pound, yang bahkan mencapai $ 1,1416 pada 7 September 2022. 

Setelah pulih sejak pecahnya wabah COVID-19, nilai adalah salah satu hal yang terburuk setelah serangkaian terjadinya penurunan sejak 13 Januari 2022.

Perdana Menteri Inggris yang baru saja terpilih, Liz Truss, dilaporkan tengah mempertimbangkan komitmen £ 150 miliar ($ 172 miliar atau sekitar 2.551 triliun/1.5 kuadtriliun untuk mengatasi adanya lonjakan kenaikan harga energi. 

Masalah terkait isu politik dan ketegangan dengan Rusia mengancam akan menjerumuskan jutaan orang Inggris ke dalam kemiskinan karena biaya hidup yang meningkat dan musim dingin yang mengancam. 

Kini, negara yang baru saja ditinggalkan oleh sang Ratu Elizabeth II Ini memiliki banyak hutang/pinjaman yang menumpuk meskipun terus mendapatkan kepercayaan dari investor atas kondisi ekonomi yang memburuk di negara itu.

Kantor berita CNN melaporkan bahwa Bank of England mungkin akan menaikkan suku bunga lebih agresif untuk mengekang inflasi, meskipun kebijakan itu berpotensi akan mengganggu perekonomian negara.

(suara.com)

Baca Juga: 5 Kepribadian Ratu Elizabeth II sebagai Orang Nomor Satu di Kerajaan Inggris

Load More