Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis, memberlakukan siaga 24 jam menjelang memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana alam.
"Saya kira dengan penerapan siaga itu dapat mengurangi resiko kebencanaan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama di Lebak, Banten, Kamis (22/9/2022).
BPBD Lebak meningkatkan status siaga bencana selama dua minggu terakhir setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca buruk yang ditandai dengan hujan lebat disertai sambaran petir dan angin kencang.
Cuaca buruk tersebut terjadi karena peralihan musim kemarau basah ke musim hujan. Dengan begitu, warga Kabupaten Lebak dan sekitarnya dapat meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi musim hujan yang diprediksi terjadi sekitar akhir September 2022.
Kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi menimbulkan banjir, longsor dan gerakan tanah. Karena topografi alam Kabupaten Lebak terdiri dari sungai, perbukitan dan pegunungan.
Pengalaman bencana Bencana alam di awal tahun 2020 di kawasan itu, sembilan orang tewas, ribuan warga mengungsi, dan ratusan rumah roboh dan hanyut terbawa arus sungai. Bencana alam tersebut melanda Kabupaten Lebak Gedong, Cipanas, Curugbitung, Sajira, Cimarga, dan Maja.
Akibat, BPBD Lebak kini menghadapi musim hujan dengan menerapkan kewaspadaan tinggi selama 24 jam untuk mengurangi risiko bencana.
"Kami berharap musim hujan tersebut tidak sampai menimbulkan banjir dan longsor," ujarnya lagi.
Menurut dia, BPBD Lebak telah mengidentifikasi 80 unit infrastruktur jembatan rawan bencana alam, termasuk jembatan gantung. Pemerintah kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah mempersiapkan alat berat, untuk mempercepat perbaikan saat kondisi jembatan terkena bencana alam.
Sejauh ini, jembatan sangat penting dalam hal akses ke layanan ekonomi, pendidikan dan kesehatan, dan transportasi kendaraan saat hujan lebat, disarankan agar lebih baik istirahat dan berhenti mengemudi demi menghindari longsoran dan pohon tumbang.
“Kami telah memetakan empat ruas jalan yang tergolong rawan longsor,” ujarnya.
Saat ini BPBD Lebak sedang mempersiapkan alat-alat evakuasi dalam kondisi baik yang dapat dioperasikan, seperti kendaraan roda dua dan empat, perahu karet, tenda darurat, tenda pengungsi, pelampung, gergaji mesin, tambang dan pompa hisap. Juga perbekalan logistik berupa sembako, makanan siap saji, pelengkap jajanan, mi instan, minuman kemasan dan obat-obatan.
"Kami menjamin pasokan persediaan logistik cukup untuk enam bulan ke depan," katanya.
(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Progres Capai 94,69%, Pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak Paket Selesai Akhir Tahun 2022
-
Sungai Cimadur Meluap, Pemukiman Warga di Jembatan Dua Bayah Dilanda Banjir
-
Banjir Rendam Empat Kampung di Tangerang
-
Masuki Penghujan, BPBD Kota Serang minta masyarakat waspada banjir
-
Banjir rendam permukiman warga di Curug Kabupaten Tangerang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026