/
Selasa, 27 September 2022 | 04:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menjalani pemeriksaan terkait Formula E di Gedung KPK (Suara.com/Alfian Winanto)

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai menurun. Elektabilitas Anies di akhir masa jabatannya sebagai Gubernur DKI jakarta sangat mengejutkan publik, hal ini terlihat dari data jajak pendapat atau survei yang dilakukan oleh Nusantara Strategic Network (NSN).


Direktur Program NSN Riandi, mengungkapkan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan kepuasan sedang terhadap Anies berada di level terendah, yakni 30,3 persen.


Mengenai hasil survei setahun terakhir, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Anies tidak pernah melebihi 40 persen. Sementara itu, 58,8 persen tidak puas dengan kinerja Anies, sedangkan 10,9 persen sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.


“Menjelang lengser dari jabatan Gubernur DKI, tingkat kepuasan publik DKI Jakarta kepada Anies berada di angka paling rendah, setelah setahun terakhir selalu berada di bawah 40 persen," kata Riandi, Sabtu (24/9/2022) di Jakarta.


Riandi mencatat bahwa Anies memiliki reputasi publik yang buruk karena beberapa kontroversi yang timbul dari kebijakan Pemprov DKI Jakarta.


Selain itu, menurut Riandi, bisa juga diasumsikan bahwa publik tidak melihat keseriusan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu dalam pembangunan Jakarta dan pemenuhan janji-janji politiknya.


Menurutnya, apa yang Anies semua lakukan selama ini adalah hanya mengubah nama-nama jalan dan mengganti istilah. Hal ini tercatat bahwa Anies tidak melakukan perubahan yang berarti.


"Yang dilakukan Anies hanyalah mengganti nama-nama jalan dan istilahnya saja, tanpa ada hal yang lebih substansial," ujar Riandi.


Diketahui, Anies memang dikenal mengganti puluhan nama jalan di ibu kota dengan nama karakter Betawi. Artinya, banyak warga yang harus mengubah data diri, terutama data alamat.

Baca Juga: Gelang Mewah Puan Maharani Disorot, Netizen: 'Ratusan Juta itu Kayaknya'


Riandi sendiri menilai Anies belum mencapai pembangunan infrastruktur yang luar biasa. Sebagian besar proyek infrastruktur di dalam dan sekitar Jakarta dibangun oleh pemerintah pusat atau bekerja sama antara pemerintah provinsi DKI dan pusat.


“Yang ditonjolkan Anies adalah pembangunan kembali kampung-kampung yang sebelumnya digusur di bawah Pemerintahan Ahok, seperti para korban penggusuran Jakarta. Bukit Duri,” kata Riandi.


Bahkan, kenyataannya warga masih direlokasi ke rumah susun, seperti yang pernah dilakukan Ahok. Anies juga hanya mengubah sejumlah istilah seperti Rumah Sakit untuk Rumah Sehat, Ulang Tahun Jakarta menjadi Jakarta Hajatan, hingga membawa kembali nama Batavia di kawasan kota tua.


"Kontroversi tersebut membuat Anies sering dibicarakan tetapi dengan sentimen yang negatif," jelas Riandi.


Riandi mengatakan Anies melakukan pembangunan fisik berupa proyek mercusuar yaitu Formula E - Lintasan Balap dan Stadion Internasional Jakarta (JIS). Namun, kedua perkembangan tersebut dinilai terlalu bernuansa politik.


Akibatnya, Anies disebut-sebut belum berhasil membangkitkan kepuasan publik, tidak memiliki prestasi, namun tetap berencana maju ke kancah politik nasional dan digadang akan menjadi capres pada 2024 mendatang.

Load More