- Donald Trump mengunggah peta editan di Truth Social yang mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump.
- Tindakan tersebut dilakukan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan tersendatnya negosiasi nuklir dengan Iran.
- Gangguan jalur ekspor melalui Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak signifikan hingga menembus US$126 per barel.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah mengunggah gambar editan yang mengganti nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump di platform Truth Social.
Aksi itu muncul di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan tersendatnya negosiasi nuklir antara AS dengan Iran.
Unggahan tersebut menampilkan peta kawasan dengan nama jalur pelayaran strategis dunia itu diubah menjadi Trump Strait alias Selat Trump.
Menariknya, ini bukan pertama kalinya Trump melontarkan istilah tersebut.
Dalam sebuah acara di Miami sekitar sebulan lalu, Trump sempat bercanda soal nama itu.
“Iran harus membuka Selat Trump, maksud saya Hormuz. Maaf, saya sangat menyesal. Kesalahan yang mengerikan,” kata Trump dilansir dari USA Today.
Namun ia kemudian menegaskan bahwa pernyataan itu bukan sekadar keseleo lidah.
“Media palsu akan bilang saya salah bicara. Tapi tidak, bagi saya tidak ada yang namanya salah bicara,” ujarnya.
Di tengah kontroversi itu, harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2022 akibat gangguan parah pada jalur ekspor energi melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut
Menurut CNBC, harga minyak Brent naik hampir 7 persen dan menyentuh US$126,10 per barel, sementara minyak mentah WTI Amerika Serikat naik lebih dari 3 persen ke US$110,24 per barel.
Bank investasi Goldman Sachs memperkirakan volume ekspor minyak melalui Selat Hormuz kini tinggal sekitar 4 persen dari kapasitas normal akibat blokade Amerika Serikat dan mandeknya perundingan dengan Iran.
Sehari sebelumnya, laporan media AS menyebut pemerintahan Trump berencana melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mempertahankan tekanan militer hingga tercapai kesepakatan nuklir baru yang lebih luas.
Trump juga mengunggah gambar dirinya memegang senjata dengan latar asap perang disertai pesan, No More Mr. Nice Guy atau Tak Ada Lagi Tuan Baik Hati.
Berita Terkait
-
Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut
-
China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik
-
Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang
-
Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran
-
Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta
-
Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut
-
1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas
-
Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik
-
Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan
-
Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup
-
Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak
-
Kronologis Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI di Makkah karena Penipuan Paket Haji Fiktif
-
Guncang Pasar Energi Dunia, Mengapa UEA Nekat Tinggalkan OPEC Setelah 60 Tahun?