- Dua PRT nekat melompat dari lantai empat rumah kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, karena perlakuan majikan.
- Polres Metro Jakarta Pusat sedang menyelidiki dugaan tindak pidana penyekapan dan perdagangan orang dengan memeriksa sembilan saksi.
- DPR RI mengesahkan UU PPRT pada 21 April 2026 untuk memberikan perlindungan hukum serta hak kerja bagi PRT.
Suara.com - Dua pekerja rumah tangga (PRT) nekat melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di Jalan Walahar Buntu, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Nahas, salah satunya tewas di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan polisi, PRT berinisial R dan D nekat melompat akibat tidak betah bekerja dengan majikannya. Alasannya, majikan mereka disebut sadis.
“Ada saksi yang lain ngomong bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu katanya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra.
“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” imbuhnya.
Hingga saat ini, aparat mengaku masih melakukan pendalaman terkait dugaan adanya tindak pidana penyekapan atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dalam menelisik dugaan tersebut, sudah ada 9 orang saksi yang diperiksa oleh petugas.
Terisolasi
R dan D tampak sudah tak kuasa menahan beban yang dideritanya hingga keduanya memutuskan melarikan diri dengan cara melompat dari lantai rumah kos.
Sebab, lantai 4 tempat mereka tinggal terisolasi menggunakan teralis besi. Mereka ditempatkan di rumah kos berpenghuni, namun hanya dihuni hingga lantai 3.
Sementara akses menuju lantai 4 dipagari menggunakan teralis besi yang terkunci.
Baca Juga: Viral! Majikan Ini Paksa ART Baru Makan Satu Meja, Reaksinya Bikin Mewek
Penantian Panjang 22 Tahun
DPR RI baru saja mengesahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) pada 21 April 2026. Kebijakan ini lahir usai penantian selama 22 tahun.
Pengesahan UU tersebut merupakan pengakuan resmi negara terhadap pekerja rumah tangga (PRT) sebagai pekerja yang berhak atas perlindungan hukum, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang manusiawi.
Dalam UU ini, PRT kini diakui sebagai pekerja yang memiliki hak setara dengan pekerja lainnya. Hal ini menjadi dasar penting dalam memberikan kepastian hukum dan jaminan bagi PRT.
Sejumlah hak yang diatur dalam UU PPRT antara lain meliputi upah yang layak sesuai kesepakatan, tunjangan hari raya (THR), waktu kerja yang jelas, hak istirahat dan cuti, serta jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.
Selain itu, pekerja juga berhak mendapat lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan.
Bagi pekerja yang tinggal di rumah pemberi kerja, undang-undang ini mewajibkan penyediaan tempat tinggal dan makanan yang layak. Hal ini bertujuan memastikan standar hidup minimum bagi PRT tetap terpenuhi.
UU PPRT juga mengatur mekanisme perekrutan pekerja rumah tangga. Perekrutan dapat dilakukan secara langsung oleh pemberi kerja atau melalui perusahaan penyalur. Namun, perusahaan penyalur wajib berbadan hukum dan berada di bawah pengawasan pemerintah.
Penyalur dilarang melakukan berbagai praktik yang merugikan pekerja, seperti memotong gaji, menahan dokumen pribadi, membatasi komunikasi, hingga memaksa perpanjangan kontrak. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
Selain itu, undang-undang ini menegaskan perlindungan terhadap PRT dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan diskriminatif. Pemerintah pusat dan daerah juga diberi peran dalam melakukan pengawasan serta memastikan implementasi aturan berjalan dengan baik.
Dengan berbagai ketentuan tersebut, UU PPRT diharapkan mampu menciptakan hubungan kerja yang lebih adil dan manusiawi, sekaligus meningkatkan perlindungan bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia.
Daftar Hitam
Kasus kekerasan terhadap PRT terus berulang dari tahun ke tahun, seakan tidak ada jalan keluar dari labirin.
Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) mencatat ada sekitar 3.308 kasus kekerasan terhadap PRT dalam kurun 2021–2024.
Kekerasan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup kekerasan psikis, ekonomi, bahkan perdagangan manusia.
Data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan mengungkap bahwa antara 2019–2023 terdapat 25 kasus kekerasan terhadap PRT yang diadukan ke Komnas Perempuan.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2020 mencatat bahwa 30 persen dari anak dalam bentuk pekerjaan terburuk (BPTA) adalah PRT anak.
Pada 2023–2024, PRT anak tidak hanya mengalami eksploitasi ekonomi, tetapi juga kekerasan seksual dan penyiksaan. Kasus-kasus ini kerap berakhir tanpa proses hukum karena laporan dicabut oleh orang tua atau wali korban.
Eksploitasi ini juga terlihat dari upah yang sangat rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2022, rata-rata upah PRT di Indonesia hanya Rp437.000 per bulan. Dengan jam kerja panjang, beban kerja berat, dan minimnya waktu istirahat, angka ini jauh dari standar upah layak.
Berita Terkait
-
Viral! Majikan Ini Paksa ART Baru Makan Satu Meja, Reaksinya Bikin Mewek
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali
-
Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi
-
WNA Paruh Baya Ditangkap Polisi Usai Sekap Anak dalam Kamar Hotel Ancol
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak
-
Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut
-
1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas
-
Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik
-
Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan
-
Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup
-
Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak
-
Kronologis Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI di Makkah karena Penipuan Paket Haji Fiktif
-
Guncang Pasar Energi Dunia, Mengapa UEA Nekat Tinggalkan OPEC Setelah 60 Tahun?