/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 17:16 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Presiden FIFA Gianni Infantino melakukan tos saat bertanding pada laga persahabatan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (18/10/2022). (Dok. PSSI)

"Gak punya malu. Gak punya otak. Gak punya hati. Gak punya nurani. Shame 
on you! And you too,  @FIFAcom !!!" Tulis akun @sir*****if

"1 Oktober sebuah tragedi menghilangkan ratusan nyawa. 18 hari kemudian 
federasinya bikin acara fun football. Fun football yang gak fun sama 
sekali." ungkap akun @And*****he

"Potret tidak punya empati. Saat bertambahnya jumlah suporter yang 
meninggal justru yg dilakukan federasi adalah kegiatan bersenang senang. 
Memalukan," kata akun @eme*****tho

"Kalian tersenyum di sana, kami menangis di Malang.  
Bangsat kalian semua!!!," tulis akun @tid*****ua

"setuju banget sih om mendingan maen bola fun football lah ya daripada 
nyelesein tragedi kanjuruhan? ngapain sih punya empati segala ya? untuk 
skornya nyawa melayang 133-0 hati nurani ," ngkap akun @who****fi

Hingga saat artikel ini ditayangkan, unggahan terkait foto-foto Presiden 
FIFA dan ketua PSSI beserta pemangku kepentingan sepak bola Indonesia 
bermain 'Fun Football' di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, 
Senayan Jakarta itu mendapat atensi dari publik di twitter yakni 4.474 
retweet dengan 4.633 komentar.

Superter Aremania Cahayu Nur Dewata, satu diantara ratusan yang jadi korban tragedi Kanjuruhan yang mengalami bagian mata memerah akibat gas air mata aparat kepolisian. (sumber: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj)

Sebelumnya diketahui, Presiden FIFA Gianni Infantino sendiri datang 
berkunjung ke Indonesia untuk membahas tentang terkait Tragedi Kanjuruhan 
dan beberapa hal penting lainnya. Infantino beserta jajarannya kemudian 
menyambangi Kantor PSSI setelah sebelumnya dihari yang sama bertemu 
dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Sementara itu, Masih di hari yang sama yakni, Selasa (18/10/2022), tim 
penyidik Polda Jawa Timur menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum 
PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan Wakil Ketua Umum PSSI Iwan 
Budianto sebagai saksi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Seharusnya, Iwan Bule dan Iwan Budianto diperiksa di Polda Jatim, Selasa 
(18/10), namun PSSI mengirimkan surat permohonan penundaan pemeriksaan 
yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.

Baca Juga: DFSK Gelora E Jadi Ambulans Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia

"Rencananya, penyidik memeriksa ketua PSSI dan wakil ketua. Namun 
demikian, ada surat permohonan penundaan pemeriksaan dari Sekjen PSSI," 
kata Dirmanto seperti dikutip dari ANTARA di Surabaya, Selasa 
(18/10/2022).

Load More