Jakarta: Penipuan berkedok investasi masih ditemukan di tanah air. Kali ini sebanyak 44 orang jadi korban investasi di entitas Twitrend, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 34 miliar.
Di mana entitas Twintred bekerjasama dengan PT Global Kapital Investama (GKInvest) salah satu Pialang Berjangka dalam mengeluarkan produk investasi. Kegiatan Twintrend telah dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena tidak memiliki izin dari OJK.
"Gugatan ini merupakan langkah awal saja. Sebab kami sebagai kuasa hukum 44 orang penggugat akan melakukan tindakan hukum lainya terhadap GKInvest & entitas Twintrend," kata kuasa hukum korban, Ibrahim Sumantri, Rabu (2/11/2022).
Lebih jauh, Ibrahim mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kerugian tersebut ke Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Sehingga pihaknya masih menunggu langkah untuk menegakkan hukum.
"Kita harap ada langkah signifikan yang dilakukan Bappebti. Ini untuk menegakkan hukum dalam melindungi para korban," ujarnya.
"Langkah ini dilakukan lantaran tidak ada niat baik dari GKInvest dan Twintrend untuk mengganti kerugian. Khususnya para penggugat atau 44 korban tersebut," katanya.
Di sisi lain, Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengimbau masyarakat untuk waspada dalam berinvestasi. Apalagi dengan investasi berjangka yang rawan penipuan.
Untuk itu, ia meminta masyarakat yang merasa dirugikan bisa melapor ke nomor pengaduan. Di mana pusat Pusat Bantuan Lini Bappebti beroperasi setiap hari kerja dari hari Senin-Jumat dari pukul 09.00-16.00 WIB.
"Lini Bappebti merupakan perluasan layanan Bappebti yang sebelumnya merupakan saluran pengaduan nasabah pialang berjangka komoditas. Layanan Pusat Bantuan Lini Bappebti menyediakan empat saluran telepon dengan nomor 021- 2301665, 021-2301654, 021-2301645, dan 021-2301663," katanya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama