Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) segera berkoordinasi dengan Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri terkait munculnya video pengakuan purnawirawan Polri Ismail Bolong. Ismail sebelumnya mengatakan Kabareskim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menerima dana Rp 6 miliar yang diduga berasal dari penambangan ilegal atau liar.
"Tentunya dalam hal ini Kompolnas tahap awal akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengawasan internal Polri (Irwasum), ” kata anggota Kompolnas Yusuf Warsyim saat dihubungi Suara.com, Selasa (9/11/2022).
"Kompolnas akan memantau apakah pendalaman penyidikan sudah dilakukan, apa hasilnya dan apa rencana tindak lanjut dari hasil pendalaman tersebut," lanjutnya.
Dia mengatakan perlu mempelajari dua video pengakuan Ismail Bolong yang bertentangan tersebut.
"Dalam video kedua, Ismail seolah telah mengklarifikasi dan mengubah pernyataannya dari video pertama. Oleh karena itu, perlu untuk validasi terhadap kedua rekaman video tersebut," katanya.
Bagi Kompolnas, pengakuan Ismail Bolong perlu digali lebih dalam agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. Yusuf yakin polisi saat ini telah mengambil langkah untuk menangani kesaksian Ismail Bolong tersebut.
"Kami yakin, Polri telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan," katanya.
Pengakuan Ismail Bolong
Sebagai informasi, nama pensiunan polisi, Ismail Bolong muncul ke publik setelah Pengakuannya yang menyebut Kabareskim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menerima suap setoran uang dari tambang ilegal.
"Mengenai kegiatan yang saya lakukan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim, yaitu ke bapak Kabareskrim, Komjen Pol Agus Hardianto, dengan memberikan uang sebanyak tiga kali, yaitu September 2021 Rp 2 miliar, Oktober 2021 Rp 2 miliar dan November 2021 Rp 2 miliar,” ujar Ismail Bolong.
Baca Juga: [WOW] Viral Video Lebih Panas dari Kebaya Merah
Tidak hanya kepada Agus, Ismail juga pernah memberikan sumbangan uang kepada Polres Bontang sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut diserahkan kepada Kasatreskrim Bontang AKP Asriadi di ruang kerjanya.
Klarifikasi Ismail Bolong
Kekinian, Ismail Bolong mengklarifikasi bahwa dia menyangkal bahwa Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, menerima setoran uang.
"Nama saya Ismail Bolong. Saya saat ini telah pensiun dini anggota Polri aktif mulai Juli 2022. Perkenankan saya memohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral yang saat ini beredar. Saya mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar, dan saya pastikan berita itu saya tidak pernah komunikasikan dengan Pak Kabareskrim apalagi memberi uang. Saya tidak kenal," kata Ismail Bolong dalam video yang dikutip Suara.com, Minggu (6/11/2022) lalu.
Ismail Bolong mengaku kaget mengetahui video testimoninya yang diambil di bawah tekanan, baru saja viral saat itu. Menurut pengakuannya, video tersebut diambil pada Februari 2022.
"Saya kaget viral sekarang. Saya perlu jelaskan bahwa pada bulan Februari itu datang anggota Mabes Polri dari Paminal Mabes Polri memeriksa saya untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim di bawah tekanan penuh dari Pak Hendra, Brigjen Hendra saat itu saya berkomunikasi melalui Hp melalui anggota Paminal yang mengancam akan membawa saya ke Jakarta kalau nggak mau bersaksi," ujar Ismail Bolong.
Tag
Berita Terkait
-
8 Polisi Aniaya dan Sekap Perawat RS di Medan, Kompolnas: Polisi Baru Sok-sokan, Pecat!
-
Soal Pernyataan Ismail Bolong, Isran Noor: Kaltim jadi Terkenal
-
Dalami Isu Setoran Dana Tambang Ilegal ke Kabareskrim, Kompolnas Rapat Bersama Mabes Polri Usai G20
-
Isu Perang Bintang, Dua Mantan Kapolri Tito Karnavian dan Idham Aziz Jadi Sumber Masalah Bobroknya Sistem Internal Polri
-
Bareskrim Naikan status Penyidikan Perusahan Farmasi Pembuat Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek