/
Kamis, 17 November 2022 | 11:27 WIB
Junta Militer Myanmar (Dok.Antara)

Serang.suara.com - Sebanyak 700 tahanan militer Myanmar akan bebas. Sederet dari mereka termasuk pejabat tinggi dari negara asing seperti Australia, Jepang, jurnalis dan para selebriti, menurut laporan salah satu pejabat kepada kantor berita lokal setempat.

Pejabat tersebut menuturkan, para pemimpin junta militer Myanmar akan membebaskan mereka, tepat di momen memperingati Hari Nasional. Kemudian sekait dengan tergulingnya masa pemerintahan Aung San Suu Kyi, atas kudeta.

"Ada 700 tahanan termasuk mantan duta besar Inggris, jurnalis Jepang, penasihat Australia atau duta besar di masa Aung San Suu Kyi, selebriti dan lainnya," kata seorang pejabat senior, baru-baru ini.

Menukil dari laporan AFP, Kamis (17/11/2022) warga negara asing seperti pejabat terdiri mantan utusan Inggris Vicky Bowman, penasihat ekonomi Australia Sean Turnell dan jurnalis Jepang Toru Kubota akan bebas.

Memastikan hal tersebut, serang.suara.com telusur data dari dewan militer, seperti dikabarkan Myanmar Now (kantor berita independen-red) menuliskan, Junta Myanmar membebaskan para tahanan dan memberikan pengampunan kepada hampir 6.000 tahanan di Hari Nasional Myanmar.

"Pada Hari Nasional, dewan militer mengumumkan bahwa hampir 6.000 tahanan dibebaskan. Di antaranya adalah empat orang asing dan 11 selebriti," tulis laporan kantor berita tersebut.

Sementara itu Juru bicara pemerintah Zaw Min Tun mengatakan kepada Voice of Myanmar dan Yangon Media Group, bahwa telah membebaskan seorang warga Amerika Serikat yang tidak dikenal. Ia juga telah bebas dan dideportasi ke negaranya.

Sayangnya, tidak ada konfirmasi secara independen terkait pembebasan para tahanan termasuk warga Amerika Serikat itu, melansir dari MRTV kelolaan pemerintah Myanmar.

Suasana bagian depan penjara di Myanmar yang terkena bom. (sumber: Foto: AFP)

 

48 Jurnalis Tetap Jadi Tahanan

Kubota, 26 tahun merupakan salah satu dari 48 jurnalis dari berbagai negara yang ditahan oleh militer Myanmar saat kudeta pemerintahan Suu Kyi.

Baca Juga: Kasus Cerai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi: Mediasi Tidak Gagal

Jurnalis Jepang, Kubota ditahan sejak Juli saat terjadi demonstrasi anti pemerintah di Yangon bersama dua warga negara Myanmar, dengan hukuman penjara 10 tahun.

Terkait pembebasan dan kecaman dari berbagai negara terhadap Myanmar, salah satu sumber Kedutaan Jepang untuk Myanmar menyampaikan, kalau wartawan Kubota akan bebas oleh Junta Militer Myanmar," melansir dari laporan AFP.

"Kubota telah berangkat ke Jepang," sambungnya.

Kubota merupakan adalah jurnalis asing kelima yang ditahan di Myanmar setelah penahanan terhadap, warga Amerika Serikat, Nathan Maung, termasuk Danny Fenster, Robert Bociaga dari Polandia dan Yuki Kitazumi dari Jepang.

"Semuanya bakal dibebaskan dan dideportasi ke negara masing-masing," katanya sumber itu.

Adapun laporan dari pantauan kelompok ASEAN, bahwa sebanyak 48 jurnalis dari berbagai  kantor berita berbagai negara hingga Maret 2022 masih dalam tahanan.

Load More