Wendy Cagur menceritakan saat dirinya diusir dari rumah setelah anak-anaknya melihat video Wendy berdansa dengan komedian Kiky Saputri.
Hal itu diungkapkan oleh Wendy Cagur ketika hadir menjadi bintang tamu dalam acara FYP di Trans7.
Irfan Hakim dan Raffi Ahmad yang merupakan host dari program acara tersebut mendengarkan Wendy menceritakan kronologi pengusiran itu saat Wendy sedang berada di rumahnya.
Menurut pengakuan Wendy, semua itu terjadi karena imbas dari salah satu adegan dalam program acara Lapor Pak!, yang menuntut Wendy untuk berdansa dengan Kiky Saputri.
Video adegan dansa itu lalu diunggah di platform media sosial, yang kemudian disaksikan oleh salah satu anak Wendy, yaitu Kauki.
"Pas lagi hari libur, di ruang tamu, tiba-tiba si Ayu (istri Wendy) ngasih video itu ke anak-anak, nangis lah Kauki. Gue diusir dari rumah sama Kauki," ungkap cerita Wendy.
"Sambil nangis dan meluk ibunya, dia bilang ayah kalau mau sama Tante Kiky, sana pergi dari rumah," tambah Wendy, yang disambut gelak tawa Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.
Lanjut Wendy, saat itu Kauki masih berusia sekitar 9-10 tahun. Dan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah itu, Wendy sampai harus menelepon Kiky Saputri untuk mengklarifikasi kepada anaknya tersebut.
"Bagi Kauki, Kiky adalah wanita yang mencoba merusak rumah tangga orangtuanya," kata bapak tiga anak itu.
Baca Juga: Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional, Belanja Modal PLN Terserap Rp8,4 Triliun untuk UMKM
Oleh dari itu, Wendy pun kemudian memberi pesan agar sebaiknya setiap orang tua bisa menyampaikan sesuatu kepada anak-anak mereka dengan baik.
"Lo harus bisa menyampaikan sesuatu ke anak-anak lo, itu bisa tertangkap mereka dan bisa jadi masuk banget ke hatinya," tambah Wendy Cagur.
Wendy Cagur dan istrinya Ayu Natasya telah menikah dan mengarungi bahtera rumah tangga sejak 2010 silam.
Pasang suami istri tersebut telah dikaruniai tiga orang anak yaitu Audie, Kauki dan si bungsu bernama Aiko yang baru lahir pada 3 Juli 2021 lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Rumah Mendiang Olga Syahputra Dijual, Raffi Ahmad Siap Rogoh Kocek Rp 17 Miliar
-
10 Momen Rafathar Nonton Lionel Messi di Piala Dunia 2022, Rela Berjalan 1 KM menuju Stadion
-
Kiki Saputri Minta Petuah Pernikahan, Melaney Ricardo Ingatkan Pernikahan yang Bertahan Selamanya Sekarang Langka
-
Pernah Diusir dari Rumah oleh Anak, Wendy Cagur: Salah Emaknya Juga Sih
-
Usai Pamer Liburan Mewah, Jessica Iskandar Mengaku Tidak Kuat
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Tumbang dari Malaysia, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam
-
Dituntut 11 Tahun, Mantan Kepala Bank di BSD Hanya Divonis 1 Tahun Penjara