PDI Perjuangan saat ini sedang mempersiapkan sosok calon presiden di 2024, sama halnya ketika 2014 silam, yang mana Megawati Soekarnoputri mempercayakan kepada Panda Nababan, politikus senior PDI-Perjuangan untuk memberikan kursi ke Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Panda Nababan, ketika itu Megawati tidak ingin berada di depan saat pembahasan capres dan cawapres 2014. Sebab menurut Panda, Megawati sempat mengatakan kalau ia sudah nenek-nenek jadi tidak perlu lagi maju.
"Kalau saya lihat waktu itu ceritanya ke saya dia bilang, Panda apa kau pikir saya enggak tahu malu, saya udah tiga kali kalah, sekali sama Mas Dur [Gus Dur], dua kali sama SBY," ungkap Panda Nababan mengulang kembali kalimat Megawati dalam perbincangan di Total Politik.
Panda sempat saat itu menggebrak Megawati maju di Pilpres, dan saat itu 18 persen suara berhasil di tangan.
"Aku mendorongnya, Napoleon aja bisa bangkit kenapa mbak enggak mau," ucap Panda.
"Aduh panda aku udah nenek-nenek dia [Megawati] bilang begitu. Aku juga penasaran kenapa ia enggak maju,. Itulah cerita ke saya, 2014 sebelum mengumumkan JK [sebagai wapres Jokowi]," lirihnya.
Cerita Perjanjian Batu Tulis 2014
Menyingung tentang Perjanjian Batu Tulis, Panda Nababan mengungkapkan, kalau Megawati Soekarnoputri sempat berjanji dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2014. Hanya saja, PDI Perjuangan berpaling dan memilih Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2014.
Soal cerita Perjanjian Batu Tulis, menurut politikus senior PDIP, rumit penerapannya di dalam partai.
Megawati kata Panda pernah berkata kepadanya, "(Megawati bilang) 'Aduh Panda seperti kau tidak tahu ini partai, apa bisa saya gadaikan kedaulatan itu? Nggak mungkin lah saya bikin satu perjanjian untuk lima tahun ke depan'," beber Panda, menukil dari chanel YouTube Total Politik, Jumat (25/11/2022).
Baca Juga: Relawan PAN Dukung Anies Baswedan, Eddy Soeparno: Bukan Mau Partai
"Kepada teman-teman Gerindra juga sudah saya katakan, 'Ah ngarang kalian. Nggak ada perjanjian Batu Tulis'," sambung Panda.
Karena itulah Panda menilai tidak seharusnya Prabowo dan Partai Gerindra sakit hati dengan sikap PDIP mengusung Jokowi di Pemilu 2014. Karena memang sejak awal tidak ada perjanjian antara Megawati dan Prabowo lewat perjanjian itu. [*]
Tag
Berita Terkait
-
Relawan Bakal Gelar Silaturami Akbar Bareng Jokowi Sabtu Esok, 150 Ribu Orang Bakal Padati GBK
-
Bantah Ada Deadlock Soal Penentuan Capres-Cawapres di Koalisi, Gerindra: Pada Waktunya Prabowo-Cak Imin Bakal Deklarasi
-
Jokowi Akan Hadiri Silaturahmi Akbar Relawan di GBK Besok Pagi, Bakal Ada Arah Dukungan Capres 2024?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim