/
Jum'at, 25 November 2022 | 23:52 WIB
Mehdi Taremi - Timnas Iran (Paul ELLIS / AFP)

Timnas Iran antara bahagia dan khawatir, walau mereka menang dari Wales 2-0 di Piala Dunia 2022 Qatar. Rupanya selama di Qatar mereka di mata-mata oleh intelijen negara.

Bahkan anggota intel telah menjemput salah satu dari pemain tim nasional Iran, Vorio Ghafouri, 35 tahun.

Agen rahasia atau intelijen negara sudah cokok satu pemain bintang sepak bola Iran, Kamis kemarin sebelum laga tanding versus Wales, di Stadion Ahmed bin Ali, Qatar, Jumat (25/11/2022) petang WIB.

Penangkapan Vorio Ghafouri lantaran tindakan dan perlawanan dari timnas atas kebijakan pemerintah. Bahkan saat di Piala Dunia 2022 Qatar, mereka membungkam mulut saat menyanyikan lagu kebangsaan mereka di Qatar saat melawan Timnas Inggris, tempo hari.

Penangkapan pemain bintang timnas Iran tersiar, Jumat (25/11/2022) melansir dari laporan kantor berita Fars and Tasnim.

Menurut laporan kantor berita itu, "Voria Ghafouri diamankan karena menghina tim sepak bola nasional, serta melakukan aksi provokasi melawan pemerintah".

Vorio Ghafouri menyampaikan rasa simpati terhadao keluarga Masha Amini, 22 tahun. Perempuan yang meninggal dunia saat berada di sel tahanan kantor polisi moralitas Iran, September silam.

Bintang Timnas Iran itu, mengecam tindakan pemerintah Iran dan menyebarkan agitasi untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap perempuan di wilayah Kurdistan Barat Iran.

Para intel suruhan pemerintah Iran kini mengawasi para pemain tim nasional yang menang dari Wales, 2-0 di Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Puan Maharani Mendesak Penanganan Korban Gempa Cianjur Paling Utama

Sementara itu wawancara terpisah dari manajer timnas Iran, Carlon Queiroz. Pemerintah menekannya agar tidak memakai Sardar Azmoun.

Soal intelijen mengawasi timnas Iran, pendiri jurnalisme anti kejahatan, Maziar Bahari mengatakan, tindakan dari para pemain tidak ikut menyanyikan lagu kebangsaan mereka, karena kita juga sadar akan situasi mereka.

Menurut Maziar Bahari, banyak dari pemain Timnas Iran itu berlatar belakang orang susah, akan tetapi mereka tetap mengangkat kepala untuk mencapai kesuksesan melalui kerja keras.

Hingga saat ini Iran dilanda demo besar-besaran pasca meninggalnya perempuan bernama Amini. Aksi unjuk rasa atau unras tersebut menewaskan  sebanyak 410 warga, berdasar laporan Agence France Presse (AFP). [*]

Load More