News / Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal usai bertemu dengan Wamen Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis (11/6/2026). [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan kenaikan harga Pertamax belum berdampak signifikan bagi mayoritas pekerja Indonesia.
  • PT Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai tanggal 10 Juni 2026 di Jakarta.
  • Pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap stabil hingga akhir tahun guna mendukung mobilitas masyarakat.

Suara.com - Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax belum menjadi persoalan besar bagi kalangan pekerja. Alasannya, mayoritas buruh masih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite yang hingga kini dipastikan tidak mengalami kenaikan harga.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menyatakan akan mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

"Kenaikan BBM ini kan yang non-subsidi ya, Pertamax. Yang subsidi kan pemerintah sudah berjanji melalui Menteri Purbaya, Menteri Keuangan, akan dipertahankan sampai dengan akhir tahun itu tidak ada kenaikan," kata Said Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertalite sebagai BBM subsidi tetap dipertahankan sebesar Rp10.000 per liter.

Massa aliansi mahasiswa, pelajar dan sejumlah elemen buruh lainnya melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Said Iqbal mengatakan mayoritas pekerja menggunakan Pertalite untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sebagian pekerja yang menggunakan Pertamax, terutama pengguna sepeda motor.

Said Iqbal juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada keluhan dari kalangan pengemudi ojek online terkait kenaikan harga Pertamax.

"Dari kawan-kawan ojol tentu dia kan menggunakan Pertalite, mungkin karena Pertalite tidak naik, sampai hari ini, dengan pertemuan saya kemarin dengan beberapa teman Ojol belum ada keberatan," ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah tetap mempertahankan kebijakan tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

"Dan kebijakan yang paling penting dari pemerintah, tidak akan menaikkan BBM bersubsidi sampai dengan akhir tahun," kata Said Iqbal.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Buruh Khawatir Kuota Pertalite Tak Mampu Menampung Lonjakan Pengguna

Load More