Ismail Bolong lagi-lagi mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri. Ismail Bolong yang dijadwalkan diperiksa pada Selasa, 29 November 2022 terkait kasus bisnis tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur.
Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pipit Rismanto mengatakan Ismail Bolong berhalangan hadir karena sakit. Keterangan ini berdasarkan informasi dari kuasa hukum Ismail Bolong.
"Yang bersangkutan beralasan sakit," kata Pipit kepada wartawan, Selasa (29/11/2022).
Lebih lanjut, Pipit menyebut anak Ismail Bolong akan diperiksa pada Kamis (12/1/2022) lusa. Putra Ismail Bolong diperiksa selaku Dirut perusahaan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklaim telah melakukan perburuan terhadap Ismail Bolong. Menurut dia, dugaan penyetoran dana hasil tambang ilegal ke Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto tengah diusut melalui penyidikan Ismail Bolong.
“Tentunya kami mulai dengan Ismail Bolong dulu, dari sana lalu kita periksa. Karena kan kalau pidana itu harus ada alat buktinya,” kata Sigit di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2022).
Pengakuan Ismail Bolong
Ismail Bolong awalnya mengungkap adanya penyetoran dana dari hasil bisnis tambang ilegal ke Kabareskrim Polri yang ia sampaikan dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Ismail Bolong mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di Satintelkam Polresta Samarinda.
Sejak Juli 2020 hingga November 2021, Ismail Bolong menjalankan usaha sebagai pengepul batu bara dari penambangan liar di desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Dalam sebulan, ia mengaku mendapat untung sekitar Rp5 hingga 10 miliar. Untuk memuluskan bisnis ilegalnya, Ismail Bolong mengaku telah menyetor uang ke Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto. Ia mengaku telah menyetor Rp6 miliar kepada jenderal bintang tiga tersebut.
Baca Juga: Bapaknya Punya Rudal, Netizen Tercuri Cantiknya Putri Kim Jong Un
“Terkait adanya kegiatan yang saya lakukan, saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim yakni dengan bapak Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dengan memberikan uang sebanyak tiga kali, yaitu pada September 2021 sebesar Rp 2 miliar, Oktober 2021 msebesar Rp 2 miliar dan November 2021 sebesar Rp 2 miliar,” ungkap Ismail Bolong.
Dalam keterangannya juga, Ismail Bolong mengaku menyetor uang tersebut langsung ke Kabareskrim di ruang kerjanya.
Tak hanya kepada Agus, Ismail Bolong juga mengaku telah menyumbang Rp 200 juta ke Polres Bontang. Uang tersebut diserahkan kepada Kasatrekrim Bontang AKP Asriadi di ruang kerjanya.
Namun, kemudian muncul video klarifikasi Ismail Bolong yang kedua mengemuka. Dalam klarifikasinya itu, Ismail Bolong mengklaim, video testimoni tersebut dibuat pada Februari 2022 menyusul adanya tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat sebagai Karopaminal Divisi Propam Polri.
Kabareskrim Membantah
Setelah lama diam, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Adrianto kemudia membantah menerima setoran dana dari bisnis tambangan ilegal Ismail Bolong. Ia juga sekaligus juga menyinggung terkait kasus pembunuhan Brigjen J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang menjerat Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan.
“Saya ini penegak hukum, ada istilah bukti permulaan yang cukup dan bukti yang cukup, maklum lah kasus almarhum Brigadir Yosua aja mereka tutup-tutupi," ujar Agus Andrianto kepada wartawan, Jumat (25/11/2022).
Selain itu, agus Andrianto juga mengungkit perihal proses pemeriksaan awal yang dilakukan anak buah Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan terhadap saksi-saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Menurutnya, para saksi-saksi itu telah ditekan untuk memberikan keterangan berdasarkan hasil rekayasa Ferdy Sambo.
"Liat saja BAP awal seluruh tersangka pembunuhan alm Brigadir Yoshua," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Sakit, Ismail Bolong Mangkir dari Panggilan Bareskrim Terkait Kasus Tambang Ilegal
-
Jokowi Perintahkan Kapolri Tanggapi Kuota Khusus Permintaan Panglima Jilah Soal Pendidikan Militer Anak-Anak Dayak
-
Panglima Tempur Jilah ke Jokowi: Kami Rindu ada Jenderal Militer Penjaga IKN dan NKRI dari Suku Dayak
-
Soal Tambang Ilegal di Kaltim, Ferdy Sambo: Kabareskrim dan Ismail Bolong Sempat diperiksa
-
Ferdy Sambo Soal Kasus Tambang Ilegal: Sudah Lapor Kapolri, Bahkan Kabareskrim Dan Ismail Bolong Telah Diperiksa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh