Wartawan senior istana J Osdar membagikan pengalaman cerita menarik sejumlah pemimpin negara saat masih menjabat, salah satunya Megawati Soekarnoputri. Megawati yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden pendamping Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur memiliki pengalaman 'aneh'.
"Waduh saya juga ada cerita juga, hal yang metafisik ada juga," ungkap Osdar.
Peristiwa itu terjadi saat ada konflik antara Suku Dayak dan Madura tahun 2001.
"Waktu friksi antara suku Madura, Melayu Dayak itu saya ikut, kan waktu itu saya lihat Mbak Mega jalan di kemah orang-orang Madura pengungsi kan," kenang Osdar.
"Sorry beliau jalan saya lihat itu darurat ya pengungsian darurat sehingga banyak tinja, enggak ada toilet jadi sembarangan gitu," imbuhnya.
Namun, menurut Osdar Putri Proklamator Bung Karno tersebut tidak merasa jijik dan jalan seperti biasa saja walau banyak tinja disekelilingnya.
"Waktu itu saya bilang Bu Wapres itu nginjak-nginjak apa enggak jijik?" ungkap Osdar pada Megawati. Mendengar pertanyaan tersebut Megawati malah bertanya balik padanya.
"Saya emang nginjak apa?" tanya Mega balik, kata Osdar.
Beberapa tahun kemudia Osdar kemudian menanyakan kembali soal injakan tinja waktu melihah kondisi pengungsian waktu itu. Namun, Osdar justru mendapatkan jawaban tidak terduga dari Megawati.
Baca Juga: 11 Potret Artis Main Latto-Latto, Denny Cagur Belajar ke Lord Arnold!
"Beberapa tahun kemudian saya tanya nginjak apa soalnya di alas kakinya belepotan sorry to say tinjanya kan," ungkap Osdar.
"[Saya tanya] Bu Mega waktu itu jijik enggak sih, [kata Mega] saya waktu itu seolah enggak jalan di atas tinja saya seperti jalan di atas udara. Wuih saya bilang bahaya juga ini orang," tutur Osdar.
Berita Terkait
-
Beto Goncalves Merasa Terhormat Dipercaya sebagai Kapten Madura United di BRI Liga 1 Musim Ini
-
Kemungkinan Megawati Umumkan Capres di HUT ke-50 PDIP Nanti, Begini Kata Bambang Pacul
-
'Lebih Canggih Ketimbang Jokowi' Megawati Ragu Kesetiaan Ganjar, Ngeri Bisa Ancam Kekuasaan Trah Soekarno
-
Jokowi pilih lokasi Rumah Pemberian Negara cuma 3.000 M2 di Kampung, Beda dengan Rumah SBY 4.000 M2 di Kawasan Elit
-
Jokowi Perintahkan Kapolri Tanggapi Kuota Khusus Permintaan Panglima Jilah Soal Pendidikan Militer Anak-Anak Dayak
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'