/
Kamis, 05 Januari 2023 | 06:51 WIB
menkominfo - johnny g plate - tv analog (Suara.com/Dicky Prastya)

Sekjen Partai Nasdem yang kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informarmatika (Menkominfo) Jhony G Plate mengaku pasrah bila dirinya terkena perombakan kabinet oleh Presiden Joko Widodo.

Menurutnya hal itu merupakan sepenuhnya wewenang kepala negara.

"Secara pribadi, apalagi kami di sini kan sebagai pembantu presiden, melaksanakan kebijakan dan arahan presiden. Itu sepenuhnya ada di presiden," kata Johnny mengutip Antara, Rabu (4/1/2023).

Secara Pribadi, Jhony berpendapat apa yang dilontar publik tidak akan berpengaruh kepada keputusan presiden terkait Reshuffle.

"Apa pengaruhnya pendapat yang disampaikan di ruang publik ini untuk keputusan presiden? Tidak (ada). Itu sepenuhnya kepada presiden," tambahnya.

Meski begitu, Jhony beranggapan isu-isu perombakan kabinet di luar sana hanya menjadi diskursus politik yang tidak ada gunanya.

Karenanya, dia mendorong agar masyarakat membangun soliditas nasional dan kegotongroyongan guna menghadapi tantangan global yang kian dinamis.

"Jangan sampai situasi, di mana butuh stabilitas politik, soliditas nasional, kegotongroyongan, diganggu dengan isu-isu yang sepenuhnya menjadi hak presiden; jangan. Lebih baik kami ngurus bagaimana bangun stabilitas," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem itu.

Selain itu, Jhony juga menegaskan jika partainya meyerahkan sepenuhnya soal reshuffle yang merupakan hak prerogatif presiden.

Baca Juga: Shin Tae-yong Serang Psikologis Timnas Vietnam Jelang Semifinal Piala AFF 2022

"Penentuan anggota kabinet, perubahan anggota kabinet, adalah kewenangan prerogratif presiden; karenanya serahkan itu pada bapak presiden untuk mengambil keputusan dan kebijakannya," katanya.

Sebelumnya, pada Senin (02/01/2023) Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menunggu keputusannya soal perombakan di Kabinet Indonesia Maju.

"Ya, tunggu saja," kata Jokowi.

Load More