Produser film Girry Pratama mengaku puas atas sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (18/1/2023) dengan salah satu bank swasta, CIMB Niaga Auto Finance yang telah melelang mobilnya secara sepihak.
Dalam sidang lanjutan tersebut Giry Pratama mendatangkan saksi ahli dari Universitas Indonesia Dr. Sonyendah Retnaningsih untuk dimintai pendapatnya mengenai acara perdata dan keperdataan.
"Hari ini gua puas ya, gua banyak belajar tentang hal-hal baru. ternyata yang gua lakuin bener jadi bukan masalah barang kita, harga atau apapun," ujar Girry tersenyum.
Girry menjelaskan bahwa dia memperjuangkan haknya karena apa yang dilakuan oleh bank tersebut telah melanggar prosedur.
"Kita kan di Indonesia ada hukum yang berlaku, mau dijual pun, lakukan sesuai hukum yang belaku, itu aja sih. Menurut ahli, mereka jualnya engga sesuai prosedur," jelas Girry.
Produser sekaligus sutradara film Mangga Muda ini mengaku bahwa yang diperjuangkannya selama ini bukan hanya perkara mobil mewahnya yang dilelang secara sepihak, namun nama baiknya yang saat ini terkena black list BI Cheking.
"Saya pengen bersihkan itu, jadi mau setahun, kalau dihitung-hitung mobil istilah waktu dan tenaga pikiran selama setahun ini engga ada apa-apanya, tetapi nama baik itu kan susah cari," aku Girry.
Girry berharap keputusan sidang pengadilan nantinya berpihak pada dirinya dan nama baiknya bisa dibersihkan kembali. Mengingat saat ini nama Girry sudah masuk daftar hitam di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.
"Saya cuma nama baik saya dibersihkan di media pastinya karena sampai sekarang, organiasi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) nama saya masuk di daftar hitam, nah itu yang pengen dibenarin," harap Girry.
Seperti diketahui awal kasus perseteruan Girry dengan salah satu bank swasta CIMB Niaga Auto Finance bermula saat Girry sedang berada di luar negeri, tepatnya Budapest, Hungaria, pada 3 Januari 2022 lalu. Menurutnya, saat itu ia telah mengetahui jatuh tempo pembayaran kredit mobilnya pada 8 Januari 2022.
Karena itu, Girry menghubungi staf bank untuk menyampaikan keterlambatan bayar. Saat itu, Girry menyampaikan permohonan untuk terlambat membayar karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran dengan alasan harus menjalani karantina Covid-19 di sebuah hotel sekembalinya dari luar negeri.
Namun, setelah menjalani karantina, rupanya Girry dinyatakan positif terpapar covid-19 dan harus menambah masa karantinya selama 2 minggu lagi.
Kemudian pihak bank justru menghubungi staff Girry dan menyarankan supaya mobil tersebut dititipkan saja ke bank. Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mobil pun diantarkan oleh staff Girry untuk dititip.
Setelah menjalani masa karantina dan pulih, Girry pun segera mendatangi kantor bank tersebut untuk melakukan pembayaran ditambah dengan resiko denda akibat keterlambatan. Namun, diluar sepengetahuan Girry, rupanya pihak bank telah menjual dengan melelang mobil mewah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jelang Undian Grup Piala Asia 2027: Thailand Kasih Isyarat Takut Timnas Indonesia
-
Janji Ratu Dewa-Prima Salam Soal Palembang Bebas Banjir Saat Pilkada 2024, Masih Ingat?
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
Redmi Headphones Neo Muncul di Toko Online: Harga Kompetitif, Baterai Tahan 72 Jam
-
Orang Tua Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Murka: Anak Saya Luka di Pungung dan Bibir!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
Bupati Lutra: Kami Bersyukur Bantuan Bapak Gubernur Sulsel
-
Jalan Seko Dipercepat, Gubernur Sulsel Groundbreaking Ruas Sabbang-Tallang-Sae Rongkong
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Pembuktian Sang Mantan! Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM usai Bikin Frustrasi Persija