/
Jum'at, 27 Januari 2023 | 22:24 WIB
Ilustrasi petugas tenaga kesehatan dari puskesmas memberikan biskuit saat mekakuan kunjungan pemeriksaan rutin kepada anak yang menderita stunting di Muara Labuh, Solok Selatan, Sumatera Barat. (SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Kementerian Kesehatan mendapat teguran dari Komisi IX DPR RI setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam program penanganan pencegahan stunting di Indonesia.


Salah satunya yakni Irma Chaniago selaku anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem yang mengungkapkan, adanya bukti temuan biskuit yang digunakan dalam program pemerintah tersebut telah rusak bahkan berjamur.


Faktanya, bantuan biskuit tersebut diberikan kepada anak-anak dalam bentuk bagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Program Pencegahan Stunting di Indonesia.


Berkaitan dengan hasil temuan tersebut, Irma Chaniago berang saat berlangsungnya rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan di Senayan pada Kamis (26/01/2023).


Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Berikut sejumlah temuan fakta yang telah kami rangkum:


Biskuit Rusak Hasil Pengadaan 2021


Mendapati temuan biskuit rusak dan berjamur dalam pemberian makanan tambahan (PMT), Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Maria Endang Sumiwi mengatakan jika bahwa pembelian biskuit rusak itu saat pengadaan tahun 2021.


Dia mengaku diawal tahun 2022 Kementerian Kesehatan sudah menggunakan biskuit dari stok pengadaan tahun sebelumnya. Maria mengklaim bahwa Kementerian Kesehatan telah memeriksa langsung ke gudang yang menyimpan biskuit yang dilaporkan rusak tersebut dan ketika diperiksa, Maria mengklaim jika kondisi biskuit itu dalam kondisi yang masih baik.

Biskuit yang rusak terdapat di beberapa tempat

Ilustrasi petugas tenaga kesehatan dari puskesmas memberikan biskuit saat mekakuan kunjungan pemeriksaan rutin kepada anak yang menderita stunting di Muara Labuh, Solok Selatan, Sumatera Barat, (4/12/2020). (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Meski mengatakan biskuit dalam kondisi baik saat diperiksa, Maria mengaku Kementerian Kesehatan juga telah menerima laporan kerusakan yang lebih banyak di beberapa lokasi lainnya.

Baca Juga: Nikita Mirzani Batal Damai dengan Bunda Corla, Konflik Berlanjut


Kemenkes kemudian memeriksa satu per satu gudang yang dimaksud dan menemukan kurang dari satu persen dari produk pemberian makanan tambahan (PMT) yakni biskuit yang rusak.


"Kalau ada kerusakan tidak lebih dari satu persen, memang tidak bisa dimusnahkan. Sehingga kami tetap menggunakannya, tapi dengan catatan kepada Dinkes supaya tetap diperiksa terlebih dahulu sebelum diberikan kepada masyarakat,” ujar Maria.


Komisi IX DPR RI sebut PMT terburuk


Terkait adanya temuan biskuit PMT yang rusak, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago mengatakan dengan lantang jika Kemenkes periode saat ini adalah yang terburuk kinerjanya dibanding yang sebelumnya.


Karena menurut Irma, temuan biskuit yang sudah habis periode masa berlakunya (expired) itu menunjukan jika komunikasi antara pusat dan daerah tidak terjalin dengan baik, sehingga banyak masukan dari daerah tidak didengar dan ditanggapi oleh pemerintah pusat.


“Terus terang saya bilang begini, ini PMT periode ini menurut saya adalah PMT terburuk, jamuran, rasanya tidak benar, kualitasnya buruk. Apa sih kerja kalian? ujar Politisi Nasdem tersebut yang pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pelindo itu.

Jokowi turut bahas tentang biskuit

Presiden Jokowi saat memberikan arahan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (25/1/2023). (YouTube Sekretariat Presiden) (sumber:)

Berangkat dari adanya temuan biskuit PMT yang telah kadaluarsa tersebut,  presiden Joko Widodo atau Jokowi turut angkat bicara dengan menyindir Kementerian Kesehatan. 


Hal itu dikatakan Jokowi saat memberikan arahan pada pembukaan rakernas  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Rabu (25/01/2023).


Presiden minta agar pemberian biskuit untuk anak-anak itu dihentikan, karena kementerian dan lembaga yang terkait sepertinya terkesan hanya mencari cara gampangnya saja.


"Karena yang lalu-lalu saya lihat di lapangan dari K/L masih memberikan biskuit pada anak, cara mudahnya saya tahu. Lelangnya gampang,” ungkap Jokowi.


Presiden juga mempertanyakan soal tidak adanya pemberian makanan yang lebih bergizi untuk anak-anak, seperti telur dan ikan.


Menurut orang nomor satu di Indonesia itu, Kementerian/Lembaga lebih memilih makanan kedehatan dari pada telur dan ikan yang jelas memiliki nilai gizi yang lebih tinggi.


"Kalau telur, ikan kan gampang busuk, gampang rusak, cari cara mudahnya saja. Jangan dilakukan lagi. Kalau anak bayinya harus diberikan telur, ya telur, ikan, yang sederhana saja. Jangan lakukan ini lagi. Kalau anak bayinya harus dikasih telur, ya telur, ikan, ya ikan,” ujar Jokowi.

Load More