Tangan terampil Ali Saga (54) tampak cekatan saat dirinya meramu bahan-bahan kimia ketika membuat tangan dan kaki palsu untuk membantu para penyandang disabilitas agar bisa mendapatkan kaki dan tangan palsu dengan harga yang terjangkau.
Kisahnya berawal ketika tahun 2005 silam, pria asli betawi itu mengalami kecelakaan hingga harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang. Saat itu, Ali satu ruangan dengan seorang ibu-ibu paruh baya yang kakinya telah diamputasi.
Rasa iba Ali muncul seketika melihat sang ibu itu yang menangis tiap malam dengan organ tubuh yang tak lagi utuh. Informasi yang Ali dapat, ibu tersebut bahkan telah dijanjikan untuk bisa mendapatkan kaki palsu, kenyataannya kaki palsu yang dijanjikan itu tak kunjung terealisasi.
Ali kemudian berniat, jika kelak dirinya sembuh dari dari sakitnya, ia akan membuatkan kaki palsu bagi sang ibu tersebut.
Berbekal ilmu otodiak dan sebagai seorang seniman patung dan pelukis poster film bisokop, Ali yang telah selesai menjalani perawatan dirumah sakit itu, ia kemudian mencoba untuk membuat kaki palsu itu dengan referensi dari internet.
Setelah karya perdana kaki palsunya itu rampung tercipta, ia kemudian mengunjungi kembali Rumah Sakit untuk memberikan kaki palsu ciptaannya kepada Ibu-ibu yang kakinya telah diamputasi itu. Namun sayangnya, saat itu sang ibu sudah pergi meninggalkan rumah sakit.
Sejak saat itu pula, Ali Saga kemudian memperdalam ilmunya dan membuka sanggar Organ Prosthetic dengan slogan ‘Solusi Penderita Cacat’ dirumahnya di Desa Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Kini, kaki, tangan dan jari palsu buatan sanggar Ali Saga tak hanya dipesan oleh orang Indonesia, tapi juga sudah menembus pesanan dari mancanegara.
Ia juga sering mendapat pesanan dari Singapura, Rusia, bahkan Swiss. Karena harga yang ia berikan sangat jauh berbeda dengan harga pasar dunia, itupun tergantung dari tingkat kesulitan dalam pembuatannya.
Baca Juga: Mengenal Tugas Casting Director, Sosok Penting dalam Proses Penggarapan Sebuah Film
“Kalo harga umumnya, bagian tangan Rp 14 juta, bagian kaki lutut ke bawah Rp 12 juta, atas lutut Rp 15 juta. Tapi kalo yang dateng ke kita orang engga mampu, 4 juta juga kita bikinin,” ujar Ali Saga saat ditemui di sanggar miliknya, Minggu (29/1/2023).
Bagi Ali Saga, sanggar yang ia dirikan itu juga sebagai ladang amal baginya, hal itu lantaran sejak awal didirikan, niatnya adalah untuk membantu orang-orang disabilitas apalagi untuk kalangan orang yang tidak mampu untuk memiliki kaki, tangan bahkan jari palsu dengan harga terjangkau.
Kualitas produksi tangan dan kaki palsu buatan sanggar Ali Saga pun tak kalah bersaing dengan buatan produk luar negeri yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.
Tak jarang juga Ali Saga sering mendapat pesanan kaki dan tangan palsu dari orang bule untuk disumbangkan (charity). Menurut Ali, orang asing itu jika memesan kepada dirinya tak pernah banyak persyaratan, seperti harus ada izin usaha, badan usaha, nomor pajak, dan lain-lain seperti orang lokal.
“Mereka (orang asing) datang ke saya, cek kualitas buatan saya, tanya harga, kalo cocok lansung pesan trus dibayar. Beda ama orang lokal yang bikin-bikin acara donasi, ditanyain punya badan usaha enggak, ada izin usahanya nggak, punya ijazah sarjana enggak, ya gitulah,” ungkap pemilik nama asli Muhammad Ali Saga yang sudah memiliki 3 orang anak itu.
Ali Saga juga memberikan servis gratis untuk kaki dan tangan palsu buatannya jika terjadi kerusakan. Hal itu sangat disambut baik oleh pelanggan setianya. Kebetulannya juga, lingkungan sekitar sanggar Organ Prosthetic Ali terdapat banyak orang cacat atau difabel yang tidak mampu.
Bahkan tak jarang juga Ali Saga membuatkan kaki dan tangan palsu secara gratis jika orang yang datang kepadanya itu benar-benar dari kalangan yang tidak mampu.
Di ruangan Sanggar dengan berukuran kira-kira 3x5 meter persegi itu, Ali Saga tak bekerja sendiri, ia dibantu oleh beberapa orang karyawannya yang ia rekrut dari warga sekitar rumahnya.
Sebelum kecelakan di tahun 2005 itu, Ali sempat bekerja disebuah perusahaan periklanan (advertising) di Jakarta. Disanalah Ali belajar bagaimana membuat desain iklan sesuai permintaan klien, belajar membuat gambar 3 dimensi dengan komputer yang akhirnya bisa ia aplikasikan saat merancang tangan atau kaki palsu buatannya.
Tag
- # ali saga
- # maestro organ prosthetic
- # organ prosthetic
- # kaum difabel
- # disabilitas
- # sanggar organ prosthetic
- # kaki palsu
- # tangan palsu
- # jari palsu
- # pembuat kaki palsu
- # maestro kaki palsu
- # muhammad ali saga
- # produk tangan palsu
- # produksi kaki palsu
- # organ tubuh palsu
- # solusi penderita cacat
- # desa karangsari
- # neglasari
- # tengerang
- # produk organ prosthetic
- # servis kaki palsu
- # servis tangan palsu
- # cerita ali saga
- # umkm
- # usahan sosial
- # seputar serang
- # usaha kecil menengah
Berita Terkait
-
HUT Holland Bakery Diserbu Warga Hingga Antre, Lagi Diskon 45%
-
Buka Peluang Usaha, Relawan Sandiaga Uno Resmikan Gerai UMKM Hasil Olahan Ikan
-
Libatkan UMKM, Srikandi Ganjar Kalteng dan Perempuan Milenial Belajar Membuat Oleh-oleh Khas Barsel
-
Konsisten Berinovasi, Seluruh Layanan BPJS Ketenagakerjaan Kini Ramah Penyandang Disabilitas
-
Rumah Diteror Kiriman Puluhan Ular Kobra oleh OTK, Wahidin Halim Enggan Lapor Polisi: 'Biasa Politik Tidak Beradab'
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
LRT Velodrome - Manggarai Menuju Peresmian, Siap Layani Penumpang hingga Tengah Malam
-
Kabut Asap Belum Pengaruhi Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru
-
Sering Lapar Padahal Baru Sarapan? Waspada Efek Roller Coaster Gula Darah
-
Sambil Tunjuk! Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pembakar Hutan
-
35 Pesawat Asing Dikerahkan untuk Tangani Karhutla Kalimantan
-
Bukan Blokir! Transaksi Rekening AMPB Ditunda 5 Hari, Polisi Bakal Periksa Botok
-
Tak Lagi Atur Mesin Cuci Manual, Teknologi AI Kini Bisa Pilihkan Mode Cucian
-
5 Rekomendasi Cushion Mengandung Ceramide untuk Merawat Skin Barrier sesuai Review
-
IESR Ingatkan Pengurangan Subsidi BBM Tak Cukup dengan Kendaraan Listrik: Mengapa?
-
Manga Boruto Hiatus 1 Bulan, Chapter 37 Kembali pada September 2026