Setelah viral, pemuda yang mengumpat Presiden Jokowi akhirnya tertangkap. Kini status nasib berinisial SJ itu dalam pemeriksaan kepolisian.
Polres Lamongan di Jawa Timur (Jatim) berhasil mengamankan pemuda yang mengumpat Presiden Joko Widodo via lagu.
SJ merupakan pemuda yang sempat viral dengan nada sarkas terhadap kepala negara Indonesia.
Dasar dari penangkapan terhadap SJ pengumpat Presiden Jokowi mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Indonesia.
"Ya, mengandung unsur penghinaan setelah meneliti unsur konten di media sosial itu, dan sudah kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Rabu (1/2/2023).
Pemeriksaan terhadap pemuda yang telah melakukan penghinaan terhadap kepala negara, menurut keterangan kepolisian. Jika yang bersangkutan statusnya Orang Dengan Gangguan Jiwa.
"Usai kami periksa, SJ statusnya rupanya ODGJ," kata AKP Komang Yogi Arya Wiguna.
Keterangan dari mana bang? Itu berdasar surat dari kantor Puskesmas Dermolemahbang. Puskesmas itu membuat keterangan dan membenarkan.
"Statusnya ODGJ berat sejak 2019," kata Komang.
Baca Juga: Kocak, Pria Ini Unboxing Udara Bekasi, Beli di Marketplace Seharga Rp5000 Doang
Sambung AKP Komang Yogi Arya Wiguna, kalau pemuda itu sempat menerima injeksi obat khusus bagi penderita ODGJ di 2020 di Kecamatan Sarirejo.
Kini warga yang melakukan penghinaan dengan nada umpatan kepada kepala negara tersebut, sekarang telah dibawa ke panti rehabilitasi Purnomo.
Panti bernama Yayasan Berkas Bersinar Abadi, dan merupakan salah satu tempat yang merawat yang bermasalah gangguan mental. Aipda Purnomo tersebut merupakan anggota polisi dan membenarkan kalau ia telah menerima yang bersangkutan.
Pihak Yayasan Berkas Bersinar Abadi telah menjemputnya untuk mereka rehab.
Ikhwal dari umpatan atau dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi alias Joko Widodo, bermula viralnya video berisi nada umpatan kepada kepala negara.
Pengumpat merupakan pemuda, dan dalam video berdurasi 18 detik itu tertuang nada 'Jokowi danc***'
Kini pemuda itu telah ditahan dan statusnya gangguan mental atau pasien ODGJ berat. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang