Suara.com - Sebuah video viral yang memperlihat sekelompok penumpang kereta api yang bermain kuis di dalam gerbong kereta. Kegiatan main kuis ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan para penumpang lainnya.
Dalam video yang dibagikan akun instagram @terangmedia ini, mempertontonkan pria dan wanita yang menjadi pemandu kuis. Mereka berlarian di dalam gerbong kereta, sambil berbicara dengan keras.
Penumpang lain yang merasa risih akhirnya merekam momen tersebut di sosial media dan menjadi viral. Tidak diketahui, kapan dan rute apa dalam kejadian video tersebut.
"Berasa gerbong pribadi, tolong ini kendaraan umum dan banyak penumpang yang malah KUIS mana berisik teriak-teriak dan itu ganggu banget," tulis penumpang yang merekam video itu seperti dikutip dari akun instagram @terangmedia di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Menanggapi video yang viral itu, VP Public Relations KAI, Joni Martinus meminta semua penumpang kereta untuk saling menghormati pelanggan lainnya selama perjalanan.
"Selain itu, penumpang juga diharap bisa menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama saat di dalam kereta api.
Joni menghimbau, jika pelanggan menemui hal-hal yang kurang berkenan di perjalanan kereta api, maka dapat melapor kepada kondektur yang bertugas.
Nomor HP petugas kondektur yang siap dihubungi terpasang pada dinding ujung di tiap gerbong. Dia memastikan, KAI komitmen untuk selalu menjaga kenyamanan pelanggan selama dalam perjalanan
"Atau bisa contact center KAI melalui panggilan telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, e-mail cs@kai. id, atau media sosial KAI121," kata Joni.
Baca Juga: Stasiun Manggarai Semrawut, KAI Operasikan Feeder KRL Tambahan di Jam Sibuk
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
Terkini
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Tradisi Berbagi THR Mulai Geser ke Ranah Digital