/
Jum'at, 03 Februari 2023 | 15:51 WIB
Kampung Badui Luar, Banten. (SuaraSerang/Wawan Kurniawan)


Upacara sakral tersebut hanya dipusatkan di tiga kampung Tangtu atau Baduy Dalam dengan tiga Puun di setiap kampung, yaitu Cibeo, Cikeusik, dan Cikertawana.


Pelaksanaan upacara Kawalu bertempat di bale yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal para puun/pemangku adat. Baduy Dalam dan Baduy Luar dapat berkumpul dan memenuhi bale tersebut.

Untuk melaksanakan upacara Kawalu ini, setiap kampung dipimpin oleh seorang Puun dan dibantu oleh Jaro Tujuh dan Baresan Palawari sebagai panitia penyelenggara.


"Sebelum kami lahir, upacara kawalu sudah ada," kata Jaro Saija.

Baduy Ditutup Untuk Wisatawan

Kampung Baduy, Lebak, Banten (sumber: Instagram)

Selama tradisi Kawalu berlangsung, perkampungan Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik ditutup untuk wisatawan domestik dan mancanegara sebagaimana ditentukan oleh lembaga adat setempat. Penutupan dimulai 24 Januari hingga 24 April 2023.


Penutupan itu karena masyarakat Baduy di tiga desa tersebut fokus beribadah dan berdoa atau menyucikan diri agar tidak terganggu wisatawan.


Masyarakat Baduy selama ritual Kawalu meohon kepada Tuhan YME agar mereka dijauhkan dari bahaya dan mendatangkan keberkahan dan bisa menjalani kehidupan yang makmur, sejahtera dan diberikan kesehatan serta mendoakan agar bangsa dan negara aman, damai dan sejahtera.


Namun, masih ada pengecualian selama penutupan tersebut. Yakni bagi para pejabat daerah dan pejabat negara diperbolehkan memasuki wilayah Baduy Dalam namun dibatasi hanya untuk lima orang.

Puasa Kawalu

Warga Baduy Dalam yang selalu berjalan kaki kemanapun mereka pergi. Orang Baduy Dalam tidak diperbolehkan atau dilarang menaiki kendaraan. (sumber: Twitter)

Jaro Tangtu 12 Saidi Yunior mengatakan, dirinya sebagai jaro tanggungan 12 atau sebagai peneguh iman. Pelaksanaan puasa kawalu dilakukan serentak oleh masyarakat Baduy pada tanggal 24 Januari 2023.

Baca Juga: Super Apes! Cerita Pria Jadi Korban Tiga Produk Asuransi: Indosurya, Wanaartha dan Kresna Life


Orang Baduy yang sudah disunat harus berpuasa. Jika mereka tidak menjalankan Puasa Kawalu, itu menjadi beban bagi diri mereka sendiri.


Pelaksanaan puasa adalah bagian dari upacara Kawalu, jadi Baduy Dalam dan Baduy Luar harus berpuasa selama 3 bulan berturut-turut. Namun, untuk ibadah puasa hanya cukup dilakukan 1 hari saja dalam setiap bulannya. Oleh karena itu,  Jaro mengajak semua orang Baduy untuk menjalankan puasa Kawalu.


Hari pertama puasa dilakukan pada tanggal 17 bulan Kasa atau disebut Kawalu Tembey, artinya Kawalu pertama. Selanjutnya, pada bulan kedua dilaksanakan pada tanggal 18 bulan Karo atau disebut Kawalu Tengah, sedangkan pada bulan ketiga dilaksanakan pada tanggal 17 bulan Katilu atau disebut Kawalu Tutug.


Puasa yang dilakukan oleh masyarakat adat Baduy sama seperti berpuasa pada umumnya, yakni dengan tidak makan dan minum yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB keesokan harinya.

Gotong Royong

Masyarakat adat Baduy bergotong royong membangun Jembatan. (sumber: Instagram/ Safribadui)

Sebelum melakukan ritual upacara Kawalu, masyarakat Badui terlebih dahulu melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan. Kegiatan gotong royong meliputi penyucian selama 3 hari sebelum upacara Kawalu. Kebersihan harus dijaga di rumah dan tempat tinggal.


Tokoh Badui Dalam, Ayah Mursid, mengatakan bahwa ritual upacara Kawalu harus dilakukan 3 bulan dalam setahun dan menjadikan momentum itu untuk  berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa memohon keberkahan dan keselamatan.

Load More