Kasus korupsi dugaan suap dan gratifikasi eks Gubernur Papua, Lukas Enembe semakin meluas. Jika KPK sempat memeriksa anggota keluarga terkait keputusan tender.
Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga periksa tukang cukur eks Gubernur Papua Lukas Enembe.
Budi Hermawan alias Beni merupakan tukang pangkas atau cukur pribadi Lukas Enembe saat jabat Gubernur Papua.
Kabag Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi Ali Fikri mengatakan, jika tukang pangkas atau cukur pribadi Lukas Enembe telah penyidik periksa di kantor gedung anti rasuah itu, Selasa lalu.
Sebagai ahli dalam tata gaya rambut itu diperiksa KPK lantaran kasus terkait aliran dana yang menyeret Lukas Enembe hingga masuk rutan KPK.
Kata Ali, penyidik melakukan pendalaman terkait aliran dana tersangka Lukas Enembe, Rabu (8/2/2023).
"Bukan itu saja juga mendalami menyoal perintah mantan gubernur papua Lukas Enembe untuk bisa berangkat ke Singapura," tutur Ali Fikri.
Masih dalam laporan Suara Serang, bahwa mantan gubernur Papua, Lukas Enembe kena jemput KPK di Papua bersama anggota Polri (Brimob Polda Papua).
Sebelum menangkap dan atau menjemput Lukas Enembe, KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka pada medio September 2023.
Baca Juga: Gita Savitri Murka Didoakan Netizen Punya Momongan: Kayak Nggak Ada Adab!
Kemudian melakukan penangkapan 5 Januari 2023. Setiba di Jakarta, kemudian KPK membawa tersangka dugaan suap dan gratifikasi ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Selanjutnya KPK melakukan penangguhan pembantaran terhadapnya, dengan membawa Lukas Enembe di gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2023).
Selain Lukas berdasar data dari KPK, Rijatono Lakka juga ikut ditahan sebagai Direktur PT TBP terkait mega proyek senilai Rp 41 miliar.
Dalam kasus itu, Lukas Enembe menerima gratifikasi Rp 10 miliar, yang mana sumber dana proyek itu bersumber dari dana APBD Papua. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo