Serang Suara - Gempa berkekuatan M6.6 mengguncang Pesisir Utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (14/4/2023) membuat BNPB dan BPBD kota maupun kabupaten terjun dan tanggap.
Plt Kapusdatinkom BNPB, Abdul Muhari mengatakan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kota termasuk BPBD kota yang terdampak gempa Tuban, Jawa Timur.
Kata Abdul Muhari, efek dari gempa bumi Tuban, Jawa Timur terasa hingga jarakl jauh.
"Kami berharap tidak menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan (karena bukan gempa dangkal-red)," tulis Abdul Muhari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (National Agency for Disaster Countermeasure) atau disingkat BNPB hingga saat ini memantau dan melakukan kajian.
"Kami sedang memantau dan melakukan kaji cepat situasi termasuk dampak guna menentukan tindak tanggap darurat sekiranya diperlukan," pungkas Plt Kapusdatinkom BNPB, Abdul Muhari.
Sementara itu melansir dari SerangSuara.com, Gempa Guncang Tuban Jawa Timur M 6,6 SR, Ini Kata BMKG.
Gempa guncang Tuban Jawa Timur dengan kekuatan 6,6 magnitudo (M).
Peristiwa itu langsung disiarkan via Twitter BMKG. Pada akun itu menuliskan Tuban diguncang gempa bumi.
Baca Juga: Gempa Tuban Jawa Timur Merambat Jakarta Bikin Warganet Pusing, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Peristiwa itu menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) terjadi sekira pukul 16.55 WIB, Jumat (14/4/2023).
Pusat gempa berada di kedalaman 623 Kilometer (Km).
Adapun titik koordinat gempa berada di 6.27 LS (Lintang Selatan) dan 111.93 BT (Bujur Timur).
Lokasi berada di 70 kilometer (Km) Barat Laut Tuban Jawa Timur atau Jatim, kata tulis BMKG. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Berapa Jumlah dan Siapa Saja Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI?
-
Wow! Hampir 50 Persen Penduduk Sulsel Masuk Kategori Penerima Bansos
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Skip iPhone X: Ini 5 iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli 2026
-
7 HP Oppo RAM 8 GB dengan Kamera Bagus, Hasil Jernih Cocok Buat Eksis di Medsos
-
Update Anyar Roblox di PS5, Hadirkan Peningkatan Performa dan Fitur Baru
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur